Saturday, 12 September 2026


B50 Bisa Jadi Bahan Bakar Alsintan, Ini Hasil Uji Lapangan Terbarunya

09 Apr 2026, 11:56 WIBEditor : Gesha

Alsintan kini bisa mengandalkan B50, campuran biodiesel dan solar, sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan untuk mendukung pertanian lebih efisien dan berkelanjutan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Alsintan kini bisa mengandalkan B50, campuran biodiesel dan solar, sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan untuk mendukung pertanian lebih efisien dan berkelanjutan.

Penggunaan bahan bakar B50 pada alat dan mesin pertanian (alsintan) semakin mendapat perhatian serius.

Baru-baru ini, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) bekerja sama dengan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) menggelar uji kinerja lapangan alsintan berbahan bakar B50, campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong modernisasi pertanian sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan di sektor pertanian.

Uji lapangan dilakukan pada berbagai jenis alsintan, mulai dari traktor roda dua, traktor roda empat, hingga pompa air.

Pengujian bertujuan mengevaluasi kinerja, efisiensi, dan keandalan mesin saat menggunakan campuran B50 di kondisi operasional nyata.

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan mekanisasi pertanian sekaligus mendukung kemandirian energi.

“Pemanfaatan bahan bakar B50 pada alsintan merupakan langkah penting dalam mendukung kemandirian energi nasional. Di tengah dinamika global yang dapat memengaruhi pasokan energi, bioenergi menjadi alternatif strategis yang perlu terus diuji dan dikembangkan,” ujar Arief.

Ia menambahkan bahwa hasil uji lapangan ini akan memberikan gambaran teknis terkait performa alsintan berbahan bakar B50, sehingga bisa menjadi referensi bagi pengembangan teknologi mekanisasi pertanian ke depan.

Koordinator Pengujian Aplikasi Produk BBPMG LEMIGAS, Cahyo Setyo Widodo, menjelaskan bahwa uji kinerja lapangan menjadi momen krusial untuk menilai stabilitas dan kemampuan mesin saat menggunakan bahan bakar campuran biodiesel.

“Melalui pengujian ini, kami bisa mengevaluasi performa mesin sekaligus memastikan bahwa penggunaan B50 aman dan efisien untuk berbagai jenis alsintan,” katanya.

Menurut Cahyo, data yang diperoleh akan menjadi dasar bagi pengembangan biofuel di sektor pertanian maupun sektor lainnya.

Sebelumnya, BRMP Mektan dan LEMIGAS telah melakukan pengujian cold-startability.

Uji ini menilai kemampuan mesin untuk menyala kembali setelah periode penyimpanan, sehingga memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja alsintan dengan bahan bakar B50.

Pengujian cold-startability menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan bahwa alsintan tetap handal dalam kondisi operasional sehari-hari, termasuk saat musim tanam yang padat.

Kolaborasi BRMP Mektan dan LEMIGAS tidak hanya sebatas pengujian teknis. Keduanya juga mendorong adopsi biodiesel di sektor pertanian sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan B50 dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Hasil uji lapangan diharapkan menjadi rujukan bagi petani, pelaku usaha alsintan, hingga pembuat kebijakan terkait pemanfaatan bioenergi di pertanian.

Selain itu, pengujian B50 pada alsintan juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan di tingkat lapangan.

Dengan potensi besar produksi biodiesel dari minyak sawit, pemanfaatan B50 tidak hanya membantu sektor pertanian menjadi lebih efisien, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Arief, inovasi ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Dalam uji lapangan, beberapa traktor roda empat menunjukkan performa optimal dengan konsumsi bahan bakar yang stabil, sementara traktor roda dua dan pompa air juga mampu beroperasi dengan efisiensi tinggi.

Catatan teknis dari pengujian ini menunjukkan bahwa penggunaan B50 tidak mengurangi tenaga mesin, bahkan mampu menjaga kestabilan operasional alsintan dalam berbagai kondisi lapangan.

Hasil ini menjadi bukti bahwa biodiesel dapat menjadi pilihan bahan bakar alternatif yang aman dan handal untuk mendukung kegiatan pertanian sehari-hari.

Dengan keberhasilan uji lapangan B50, BRMP Mektan dan LEMIGAS berharap lebih banyak alsintan di Indonesia bisa menggunakan bahan bakar campuran biodiesel.

Langkah ini tidak hanya mendorong efisiensi mekanisasi pertanian, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Seiring dengan hasil positif dari uji lapangan ini, pemanfaatan B50 diprediksi akan semakin luas, memberikan solusi praktis bagi petani dan pengelola alsintan, serta mendukung pembangunan pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Reporter : TS/AIA
Sumber : BRMP Mektan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018