Wednesday, 21 October 2026


Dari Kawasan Transmigrasi Salor, Papua Selatan Bakal Punya Pusat Riset Padi Bertaraf Internasional

08 Jun 2026, 08:49 WIBEditor : Gesha

Kawasan Transmigrasi Salor di Papua Selatan disiapkan menjadi pusat riset padi bertaraf internasional guna mendukung swasembada pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Merauke -- Kawasan Transmigrasi Salor di Papua Selatan disiapkan menjadi pusat riset padi bertaraf internasional guna mendukung swasembada pangan nasional.

Kawasan Transmigrasi Salor di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, bersiap naik kelas menjadi pusat pengembangan pangan modern. Tak hanya dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras terbesar di kawasan timur Indonesia, wilayah yang kini menjadi lokasi Ibu Kota Provinsi Papua Selatan itu juga tengah disiapkan menjadi pusat riset padi bertaraf internasional dan pendidikan vokasi pertanian.

Langkah besar tersebut dijajaki melalui kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia. Kolaborasi itu diharapkan mampu memperkuat agenda swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, Kawasan Transmigrasi Salor memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi salah satu sentra pangan utama di Papua Selatan, tetapi juga merupakan pusat pertumbuhan baru yang akan menopang perkembangan wilayah sekitarnya.

"Salor ini merupakan lokasi Ibu Kota Papua Selatan. Papua Selatan adalah salah satu contoh provinsi yang berkembang dari kawasan transmigrasi. Selain Papua Selatan, terdapat Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara yang juga menjadi bukti kontribusi transmigrasi dalam mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru di Indonesia," ujar Iftitah saat kunjungan kerja di Salor, Merauke, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin kawasan tersebut hanya berfungsi sebagai penghasil bahan pangan. Lebih dari itu, Salor diarahkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor pangan nasional.

"Kami ingin kawasan sentra pangan ini tidak hanya menghasilkan produksi yang tinggi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan pertanian. Karena itu, kami menjajaki dukungan hibah untuk pembangunan pusat riset padi dan sekolah vokasi pertanian di kawasan ini," katanya.

Keseriusan pengembangan kawasan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Tiongkok. Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, mengaku terkesan dengan potensi besar yang dimiliki kawasan transmigrasi Salor. Bahkan, kunjungan ke Merauke menjadi pengalaman pertamanya melihat secara langsung kawasan transmigrasi di Indonesia.

"Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi kawasan transmigrasi di Indonesia. Saya melihat potensi yang sangat besar di sini. Kami sedang menjajaki berbagai kemungkinan kerja sama, termasuk pusat pelatihan pertanian, pusat riset padi, dan pengembangan kapasitas masyarakat untuk mendukung pertumbuhan kawasan," ujar Wang Lutong.

Pusat riset padi yang direncanakan tersebut diharapkan menjadi salah satu fasilitas penelitian pertanian modern di Indonesia bagian timur. Kehadirannya diyakini mampu mempercepat lahirnya inovasi teknologi budidaya padi, peningkatan produktivitas lahan, hingga pengembangan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Tak hanya fokus pada riset, pemerintah juga menyiapkan pembangunan sekolah vokasi pertanian guna mencetak generasi muda Papua yang memiliki keterampilan dan kompetensi di bidang pertanian modern.

Pengembangan tersebut akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra, termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk memperkuat pendidikan, riset, dan inovasi sektor pangan.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan mitra internasional itu diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola potensi pertanian Papua secara berkelanjutan.

Merauke selama ini dikenal sebagai salah satu daerah strategis dalam pengembangan pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Kabupaten Merauke pada 2024 mencapai lebih dari 500 ribu ton gabah kering giling, menjadikannya salah satu sentra produksi beras terbesar di kawasan timur Indonesia.

Dengan luas lahan pertanian yang masih sangat besar, Merauke dinilai memiliki peluang menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional. Karena itu, kehadiran pusat riset padi bertaraf internasional di Salor diyakini akan memperkuat posisi Papua Selatan sebagai lumbung pangan baru Indonesia.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pengembangan kawasan ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, memperluas akses pendidikan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Jika rencana tersebut terealisasi, Salor tidak hanya akan dikenal sebagai kawasan transmigrasi yang sukses melahirkan ibu kota provinsi baru, tetapi juga sebagai pusat inovasi pertanian modern yang berperan penting dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018