Selasa, 19 Maret 2019


Pengembangan Biodiesel Butuh Teknologi dan Budidaya Berkelanjutan

11 Jan 2019, 07:26 WIBEditor : Gesha

Pengembangan biodiesel sangat membutuhkan dukungan teknologi dan partisipasi masyarakat dalam budidaya berkelanjutan | Sumber Foto:ISTIMEWA

Selain partisipasi masyarakat, melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pemerintah juga sudah melakukan banyak penelitian dan inovasi yang mumpuni, guna memajukan produk hilir di Indonesia.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Hilirisasi mintak sawit mentah (CPO) akan berjalan di tempat tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat yang terlibat langsung membangun usaha kelapa sawit serta penggunaan teknologi terkini dalam pengolahannya.

“Masyarakat harus terus terlibat aktif dalam usaha minyak sawit berkelanjutan, supaya mendapatkan manfaat ekonomi untuk kesejahteraan hidupnya,” kata Advisor Senior dari Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan, dalam diskusi bertema “Peningkatan Peran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) dalam Penegembangan Sawit: Minyak Sawit sebagai Bio Energi, di Jakarta, Rabu (9/1).

Selain partisipasi masyarakat, melalui  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pemerintah juga sudah melakukan banyak penelitian dan inovasi yang mumpuni, guna memajukan produk hilir di Indonesia.

Berbagai hasil penelitian dan inovasi dilakukan BPPT bekerjasama dengan perguruan tinggi, perusahaan dan pihak lainnya, guna memajukan industri hilir minyak sawit. 

Peneliti BPPTAgus Kismanto mengemukakan,  bioenergi berbahan baku minyak sawit sangat potensi untuk terus dikembangkan sebagai bioenergi.

Tak berlebihan apabila penggunaan minyak sawit sebagai bioenergi, harus terus didorong, supaya menjadi sumber energi hijau dan terbarukan. 

“Bioenergi berbahan baku minyak sawit sangat potensi untuk terus dikembangkan di Indonesia dan dunia,” ujar Agus. 

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Ikatan Ahli Biofuel Indonesia (IKABI), Tatang Hernas. Menurut Tatang, keberadaan minyak sawit yang sangat potensi untuk dikembangkan sebagai bahan bakar minyak cair.

Sebab itu, keberadaan minyak sawit harus terus didukung oleh semua pihak. “Potensi minyak sawit sebagai bahan bakar minyak cair, sangat besar peluangnya untuk terus dikembangkan di Indonesia,” jelasnya.

Bahkan, aplikasi minyak sawit sebagai bahan bakar cair  sudah dikembangkan Kis Technology Indonesia.

Menurut peneliti dari Kis Technologi Indonesia, Didik Purwanto, aplikasi teknologi sudah berkembang di dunia dan dapat mengembangkan minyak sawit sebagai bahan bakar cair yang sangat potensial.

“Kami sudah mulai pengembangan project Bio CNG berbasis minyak sawit di Indonesia,” ujarnya. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018