Jumat, 22 Februari 2019


Vertiminaponik, Bertanam Sayur sambil Pelihara Ikan di Lahan Terbatas

29 Jan 2019, 16:42 WIBEditor : Yulianto

Vertiminaponik, bertanam sayur sambil budidaya ikan | Sumber Foto:Yulianto

Budidaya tanaman dilakukan secara vertikal, sedangkan budidaya ikan berada di bawah tanaman

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Keterbatasan lahan di daerah perkotaan mendorong terbukanya inovasi teknologi pertanian yang cocok diterapkan di lahan terbatas. Selain hidroponik, kini budidaya sayur dengan lahan terbatas dapat dilakukan dengan teknologi vertiminaponik. Meski di lahan terbatas, bisa budidaya sayur sambil memelihara ikan.

Dengan makin terbatasnya lahan, khususnya di perkotaan, membuat Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta mengembangkan vertiminaponik. Inovasi tersebut merupakan kombinasi antara budidaya tanaman hidroponik dan budidaya ikan (aquakultur).

Budidaya tanaman dilakukan secara vertikal, sedangkan budidaya ikan berada di bawah tanaman. Dengan sistem ini diharapkan sisa pakan dan kotoran ikan yang mengandung hara pada budidaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk oleh tanaman yang dibudidayakan diatasnya.

Vertiminaponik juga dapat ditemui di BBP2TP Bogor tepatnya di Taman Agro Inovasi (Tagrinov), menurut Saka salah petugas Tagrinov, vertiminaponik ini sangat cocok diterapkan untuk masyarakat yang mempunyai hobi memelihara ikan, namun juga mempunyai minat membudidayakan sayuran.

Sayuran yang bisa dibudidayakan diantaranya, tanaman kangkung, bayam dan pakcoy. Sedangkan ikan yang paling mudah dipelihara untuk pemula adalah ikan lele. Namun demikian, bisa juga ikan bawal atau ikan nila.

“Sayurannya dapat, ikannya juga dapat. Hasilnya bisa dibilang sayur organik, jadi lebih sehat. Medianya adalah batu zeolite dan pupuk kandang, nutrisi juga dapat diambil dari kotoran ikan, penyiraman juga dari air kolamnya melalui pompa aquarium,” tutur Saka saat ditemui Tabloidsinartani.com, beberapa waktu lalu.

Saka menjelaskan, cara membuat vertiminaponik yakni dengan menyusun media tanam di atas kolam dengan rangka dan pipa. Sayuran nantinya memperoleh unsur hara dari kotoran ikan. Sementara sayuran juga berperan sebagai penyaring untuk air di kolam ikan.

Sayur dapat dipanen selama sebulan dan ikan yang dapat dipanen selama tiga bulan,” ujarnya. Media tanamnya pun dapat digunakan kembali 4-5 kali yaitu dengan mencuci batu zeolitenya. “Ini berbeda media tanam hidroponik yang hanya sekali pakai,” tambahnya.

Namun demikian, Saka mengakui, untuk kualitas sayuran memang lebih bagus hidroponik karena kecukupuan nutrisinya lebih terjamin. Namun, segi manfaat dua kali panen dalam satu lokasi budidaya lebih ditekankan dalam teknologi vertiminaponik ini. “Karena itu teknologi ini sangat cocok untuk mengoptimalkan fungsi kolam ikan yang ada di rumah,” ujar Saka. Siapa mau mencoba?

 

Reporter : Putri Yudhia
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018