Wednesday, 28 October 2026


BPTP Mewujudkan Teknologi Sesuai Spesifik Lokasi

24 Jul 2019, 12:53 WIBEditor : Gesha

setiap daerah mempunyai potensi pertanian yang berbeda-beda. Jadi tidak bisa menciptakan teknologi pertanian secara seragam.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Di Indonesia yang negaranya berbentuk kepulauan, mempunyai berbagai macam keanekaragaman hayati. Dengan demikian, setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing, sehingga diperlukan teknologi spesifik lokasi agar sesuai. Karenanya, kehadiran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di daerah khususnya provinsi menjadi perpanjangan tangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) agar teknologi pertanian tepat dan spesifik lokasi.

"Memang untuk di Kalimantan Utara (Kaltara) belum ada karena provinsi baru. Yang jelas BPTP fungsinya sebagai perakit dan pengembangan teknologi tepat guna di daerah," kata Peneliti Senior Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Prof. Achmad Suryana saat acara FGD 'Peta Jalan Pertanian 4.0' di Bogor, Rabu (24/7).

Menurut Achmad setiap daerah mempunyai potensi pertanian yang berbeda-beda. Jadi tidak bisa menciptakan teknologi pertanian secara seragam. "Makanya BPTP menjadi pintu gerbang pertanian di daerah yang mampu menciptakan inovasi teknologi spesifik lokasi," ungkapnya.

Memang sebelumnya BPTP hanya sebatas merakit dan mengembangkannya saja, tetapi sejak adanya peraturan bahwa penyuluh dikembalikan kepada daerah (bukan Kementerian Pertanian), setiap BPTP harus terlibat dalam penyuluhan. "Dengan adanya peraturan ini, sekarang di BPTP ada peneliti dan penyuluh pertanian," terang Achmad.

Dengan adanya tambahan fungsi BPTP sebagai salahsatu pusat penyuluhan di setiap provinsi, tentu program-program Kementerian Pertanian akan lebih mudah dilaksanakan, mengingat jumlah penyuluh pertanian (bukan dari BPTP) terbatas. BPTP pun punya andil dalam membuat materi penyuluhan pertanian. "Dengan begini, BPTP menjadi salahsatu rumah bersama bagi peneliti, penyuluh dan petani untuk mengembangkan pertanian di daerahnya," pungkasnya

 

Reporter : Clara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018