Tuesday, 20 October 2026


Usaha Telur Itik Jalan Terus Meski Didera Covid-19

27 Apr 2020, 15:27 WIBEditor : Yulianto

Peternak itik tetap berproduksi meski pandemi corona

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Wabah corona (Covid-19) memang membuat berbagai usaha pertania terkena imbas, termasuk subsektor peternakan. Namun penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso terus mendamping kelompok ternak non ruminansia Kupang Jaya Makmur, agar tetap berproduksi.

Kelompok ternak yang diketuai, Abd. Haris Jaelani bergerak dalam memproduksi telur itik. PPL mendampingi untuk memotivasi agar peternak tetap memproduksi telur itik, meski di tengah pandemic Covid–19 yang berpengaruh terhadap harga pakan konsentrat yang cenderung naik.

Telur itik sendiri adalah sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat dan harganya sangat terjangkau. Sedangkan telur itik memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan telur ayam. Manfaat telur itik dapat menjaga mata tetap sehat, meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan tulang dan gizi serta membantu memproduksi hormon tubuh.

Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat tak boleh berhenti baik asupan karbohidrat, protein, gizi dan vitamin. PPL diharapkan berstatus polivalen dalam segala kegiatan di wilayah binaannya karena potensi pertanian bukan hanya tanaman pangan namun juga sektor peternakan dan perkebunan.

Pendampingan penyuluh kepada peternak, sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo  (SYL) agar tetap mengamankan stok pangan. Beras sebagai salah satu sumber karbohidrat harus tetap dikonsumsi masyarakat, tapi bukan hanya karbohidrat yang dibutuhkan tubuh manusia. Protein, gizi dan vitamin juga perlu adanya guna menjaga imunitas tubuh terlebih saat pandemi ini.

Mentan SYL dalam beberapa kesempatan menyampaikan sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung ditengah upaya pemerintah dalam  menanggulangi Covid-19.  SYL meyakini usaha dan kredibilitas generasi muda di bidang pertanian semakin berkembang.

“Di tengah derasnya serangan wabah Covid-19 ini, masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, sebelas komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens,” tegas SYL.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi. “Meskipun di tengah pandemi Covid-19, pertanian tetap tidak berhenti. Bahkan peran penyuluh justru menjadi sangat penting di kondisi ini untuk meningkatkan produksi pertanian bersama petani,” ujar Dedi.

Reporter : Hardianto/Yeni/Asep (BBPP KETINDAN)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018