Sunday, 09 August 2020


Penyembelihan Kurban, Batasi Area dan Petugas Sembelih

27 Jul 2020, 13:39 WIBEditor : Gesha

Penyembelihan sapi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini, Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) telah membuat protokol kesehatan bagi pelaksana kurban. 

“Jelas ada perbedaan pelaksanaan kurban pada umumnya dengan pada masa pandemik Covid­-19. Kita harus memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Ketua Umum Juleha Indonesia, Muhammad Ali Subarkah.

Muhammad Ali menuturkan, tanpa mengurangi nilai syiar, pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini jelas akan ada pembatasan orang - orang yang biasanya berada dalam lingkungan kerja, termasuk dalam proses penyembelihan dan pengelolaan daging. 

Tempat penyembelihan hewan dan pengelolaan daging juga harus terisolir dari masyarakat umum. Bahkan dimaksimalkan untuk tidak terjadinya kerumunan masa dan banyaknya orang yang terlibat dalam proses penyembelihan dan pengelolaan daging kurban.

“Yang dapat kita lakukan dalam hal ini adalah membuat shelter penyembelihan atau membuat se-compact mungkin area atau denah tempat penyembelihan dan pengelolaan daging kurban. Tentunya dengan pekerja dan panitia dalam kalangan yang sangat terbatas,” tuturnya.

Paling penting adalah dalam menangani proses penyembelihan dan pengelolaan daging kurban dengan memperhatikan hygiene dan sanitasi.

Salah satu upaya yang harus mendapat perhatian adalah juru sembelih, lingkungan serta setiap orang yang terlibat dalam kegiatan ini. “Mereka harus menggunakan APD, serta meminimalisir segala sesuatu yang sekiranya akan berdampak kurang baik terhadap hewan atau daging,” tambahnya.

Petugas Penyembelihan

Muhammad Ali mengatakan, jumlah pekerja saat pelaksanaan penyembelihan dan pengelolaan daging disesuaikan dengan jumlah hewan yang akan dieksekusi. Bagi pekerja yang berpengalaman, jika 1 ekor kambing memakan waktu 15 menit, maka dalam waktu 3 jam (jam 8 hingga jam 11) bisa mengerjakan 12 ekor kambing.

Sedangkan untuk sapi enam ekor bisa menggunakan 2 tenaga ahli. Namun untuk pekerja dadakan (tahunan) proses penyembelihan dan pengelolaan daging kambing untuk 1 ekor dapat dilakukan dalam waktu 30 menit. Artinya dalam tiga jam dapat mengerjakan 6 ekor kambing. Untuk sapi sebanyak 6 ekor dengan menggunakan 2 orang tenaga dadakan.

Muhammad Ali mengkalkulasi untuk 10 ekor sapi dan 60 ekor kambing, diperlukan panitia dan pekerja ahli sebanyak 5 orang panitia, 5 orang pekerja profesional kambing, 5 orang pekerja profesional sapi dan 5 orang tenaga bantu. Bisa juga kombinasi 5 orang panitia, 10 orang pekerja dadakan kambing, 10 orang pekerja dadakan sapi dan 5 orang tenaga bantu.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018