Thursday, 23 September 2021


Indonesia Masih Kekurangan Sarana Puskeswan

03 Aug 2021, 21:43 WIBEditor : Gesha

Puskeswan di daerah perlu ditambah | Sumber Foto:Media Center Kab. Temanggung

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah menilai jumlah Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) saat ini masih kurang untuk dapat memberikan jasa pelayanan   kesehatan hewan yang optimal terhadap peternak sampai di pelosok  tanah air.

"Karena itu kita akan terus mendorong penguatan layanan kesehatan hewan oleh Puskeswan yang merupakan tulang punggung layanan kesehatan hewan Indonesia," tegas Direktur  Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, dalam penjelasan persnya, Senin (2/08). 

Nuryani mengemukakan bahwa Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) merupakan unit terdepan  dalam  pelayanan kesehatan hewan guna  mencegah,mendeteksi dan merespon berbagai ancaman penyakit hewan. Sarana ini juga berperan dalam peningkatan status kesehatan hewan Indonesia. 

Saat ini Indonesia memiliki 1.691 Puskeswan yang tersebar di sejumlah daerah. Sementara ini terdata hanya 21 persen  kecamatan yang menyediakan fasilitas Puskeswan aktif. 

"Jumlah Puskeswan perlu ditambah, supaya pelayanan pengobatan, vaksinasi, penanganan reproduksi, dan pengamanan produk asal hewan dapat menjangkau unit wilayah administrasi terkecil di Indonesia," tegasnya.  

Nuryani menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 64 Tahun 2007, wilayah kerja Puskeswan meliputi 1 sampai 3  kecamatan.

Dengan jumlah kecamatan di Indonesia sebanyak 7.094, dan rata-rata satu Puskeswan melakukan pelayanan untuk dua kecamatan, maka jumlah ideal Puskeswan di Indonesia adalah sebanyak 3.547 unit. "Ini artinya, Indonesia masih perlu tambahan sebanyak 1.800-an unit Puskeswan di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Renovasi di 2022

Nuryani menyadari bahwa untuk mencapai jumlah tersebut akan memerlukan waktu, karenanya dibutuhkan peta jalan penguatan Puskeswan Indonesia, untuk pembangunan yang terencana. 

"Tidak hanya infrastrukturnya, tetapi perlu juga diperhatikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta penguasaan teknologi dan manajemen," tegasnya. 

Nuryani berharap bahwa pembangunan dan peningkatan kapasitas Puskeswan dapat bersinergi dengan dukungan pendanaan baik dari APBN maupun APBD. Pihaknya menyakini bahwa penambahan jumlah dan kapasitas Puskeswan akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk pelayanan kesehatan hewan di Indonesia. 

Pada tahun 2022, Kementan merencanakan untuk menambah dan merenovasi Puskeswan di wilayah sentra peternakan, serta mengalokasikan dukungan operasional untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan. 

"Saya harapkan pemerintah daerah juga  memberikan perhatian lebih bagi Puskeswan, khususnya di daerah sentra peternakan, juga di daerah *dengan ancaman kesehatan hewan yang tinggi,"* tutur Direktur Keswan.

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018