Sunday, 26 June 2022


Sempat Seret, Jagung mulai Mengalir ke Peternak

16 Sep 2021, 13:07 WIBEditor : Yulianto

petani jagung | Sumber Foto:dokumen

TABLOIDSINARTANI.COM, Kendal---Untuk membantu pasokan jagung kepada peternak, Kementerian Pertanian  memberikan bantuan ongkos angkut atau biaya distribusi jagung pakan. Hal ini bentuk intervensi cepat pemerintah guna menstabilkan harga pakan tingkat peternak.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kendal, Jawa Tengah, Suwardi mengatakan, pasokan jagung pakan secara bertahap dari beberapa daerah sudah mulai masuk ke Kendal. Mulai adanya pasokan jagung pakan untuk peternak ini berkat gerak cepatnya pemerintah memberikan bantuan pembiayaan ongkos angkut (distribusi). “Luar biasa, kami peternak sangat berterima kasih kepada pemerintah," ujarnya.

Diakui, dengan adanya bantuan distribusi ini akan menekan harga jagung naik. Peternak saat ini sudah menerima pasokan jagung dari Kementa, pada Rabu sebanyak 70 ton, Kamis ini masuk 30 ton lagi.

"Harga yang kami terima sesuai harga di lapangan dan ongkos kirimnya, biaya angkut ditanggung Ditjen Tanaman Pangan Kementan," kataSuwardi di Kendal, Kamis (16/9).

Suwardi menambahkan, nantinya jagung tersebut didistribusikan kepada peternak di Pulau Jawa. Pasokan jagung tersebut berasal dari Kabupaten Blora dan beberapa sentra jagung di Jawa Timur. "Ini tidak hanya untuk Kendal, tapi saya salurkan juga ke peternak di Temanggung, Batang, Kota Semarang, dan Pekalongan," katanya.

Bantuan biaya distribusi dari Kementan sangat disambut baik peternak binaan Pinsar Jawa Tengah karena mampu menekan harga untuk tidak naik serta mengurangi biaya produksi. “Saya berharap ya agar peternak di lokasi lain menghargai itikad ini dan menyambut baik kiriman jagungnya. Bantuan nyata dari Pak Mentan ini sangat membantu peternak dan menghidupkan perekonomian,” jelasnya.

Suwardi menilai pemerintah sangat sigap merespon keluhan para peternak terkait anomali harga jagung pakan saat ini. Karena itu, kedepannya ia berharap Kementan terus melindungi para petani dan peternak guna meningkatkan produksi dan perekonomian.

“Kami peternak saat ini senang dilindungi. Kebutuhan konsumen nantinya terpenuhi dalam arti kata berimbanglah saat harga telur turun pemerintah mengeluarkan bantuannya. Mudah-mudahan dengan bantuan seperti ini ekonomi bisa segera pulih dan pengangguran tidak banyak,” kata Suwardi.

Reporter : Humas dan IP Kementan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018