Saturday, 29 January 2022


Jelang Nataru Stok Daging dan Telur Stabil

22 Dec 2021, 10:14 WIBEditor : HERMAN

Daging sapi akan dipasok melalui kucuran impor | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Ketersedian daging dan telur jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih stabil. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah, berdasarkan monitoring mingguan stok dan harga yang dilakukan Ditjen PKH. 

Untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai langkah. Salah satunya yang dilakukan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan).  

Ditjen PKH terus melakukan monitoring untuk memantau ketersedian kebutuhan pokok khususnya daging dan telur. Berdasarkan monitoring mingguan yang dilakukan Ditjen PKH, stok dan harga komoditas peternakan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih stabil.

"Ketersediaan stok komoditas peternakan masih stabil, begitu juga harga tidak ada kenaikan signifikan," ujar Nasrullah. 

Ia membeberkan, stok sapi di kandang dari lima wilayah (Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur) totalnya tercatat 144.151 ekor dan yang siap potong sebanyak 108.336 ekor. Sementara stok kerbau di kandang juga tercatat sebanyak 2.797 ekor dan yang siap potong 1.735 ekor. 

Nasrullah menambahkan, stok daging sapi/kerbau bakalan impor siap potong setara daging per 17 Desember 2021 mencapai 21.100 ton. Sedangkan daging sapi/kerbau beku tersedia sebanyak 25.687 ton. 

Dari sisi harga, rata-rata harga secara nasional sapi hidup tingkat produsen seharga Rp48.793 per kg berat hidup. Harga tertinggi ada di Provinsi Kepulauan Riau dengan mencapai Rp59.500 per kgBH dan harga terendah tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) seharga Rp34.800 per kgBH.

Sementara harga daging sapi di tingkat konsumen memang mengalami fluktuatif, namun tidak signifikan. Rata-rata secara nasional harga daging sapi masih di harga Rp118.650 per kg. 

"Catatan paling mahal di Provinsi Sumatera Barat seharga Rp132.500 per kg dan paling murah di Provinsi Kepulauan Riau dengan harga Rp92.00 per kg," imbuh Nasrullah.

Stok daging ayam ras beku di cold storage tersedia sebanyak 21.052 ton. Kemudian dari sisi harga juga cenderung stabil dengan rata-rata harga daging ayam ras di tingkat konsumen secara nasional yaitu seharga Rp35.650 per kg. 

Sedangkan harga livebird ayam ras di tingkat produsen secara rata-rata nasional pada minggu ke-tiga Desember 2021 seharga Rp20.726 per kgBH. Harga tertinggi tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan harga Rp21.976 per kgBH dan terendah di Provinsi Sumatera Utara dengan harga Rp20.041 per kgBH. 

Adapun harga telur ayam ras di tingkat produsen secara rata-rata nasional seharga Rp21.489 per kg. Kemudian harga telur ayam ras di tingkat konsumen secara rata-rata nasional seharga Rp25.750 per kg. 

Nasrullah mengingatkan, dalam memastikan ketersediaan pangan khususnya menghadapi Nataru ini, perlu adanya koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang terus mengingatkan kita berkomitmen pada pemenuhan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia adalah prioritas yang harus dipenuhi," tutur dia.

Reporter : HERMAN
Sumber : Ditjen PKH
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018