Monday, 23 May 2022


Jangan Panik, Ini Langkah Pencegahan PMK

10 May 2022, 10:44 WIBEditor : Herman

Penyakit Mulut dan kuku (PMK) di Indonesia | Sumber Foto:Humas PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Terkait munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) yang menyerang hewan ternak di beberapa wilayah di Indonesia, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menghimbau agar seluruh Peternak Sapi/Kerbau untuk tidak panik dan melakukan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian.

Penyakit Mulut dan Kuku/PMK atau Foot and Mouth Disease/FMD merupakan penyakit hewan yang sangat menular dan menyerang hewan berkuku belah/Artiodactyla seperti  Sapi, Kerbau, Kambing, Domba dan Babi.  Untuk mencegah penularan diperlukan beberapa langkah pencegahan serta pengendalian.

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menghimbau agar para peternak melakukan langkah dengan meningkatkan Biosecurity di peternakan sebagai berikut. Tidak memasukkan ternak baru terutama dari daerah wabah. Tidak mengunjungi peternakan lain terutama peternakan-peternakan di daerah wabah.

Membatasi lalu lintas orang yang keluar masuk lokasi kandang. Tempat pakan dan minum tidak bercampur. Penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan desinfektan yang efektif.

Tidak melakukan panic selling karena tingkat kematian pada hewan dewasa relatif rendah (1–5%), tetapi pada sapi, domba, dan babi berusia muda cukup tinggi (hingga 20%). Tingkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki pakan dan terapi supportif seperti vitamin dan mineral agar ternak mampu melawan virus PMK.

PMK bukan merupakan penyakit zoonosis/menular dari hewan dan manusia namun sangat mudah menular ke sesama hewan. Partikel virus ditemukan pada udara yang dihembuskan hewan terinfeksi, air liur, air susu, urine, tinja, semen, cairan dari vesikel, hingga cairan amnion dari janin domba teraborsi. Virus PMK dapat masuk ke tubuh hewan peka melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi (terutama melalui aerosol) dan dengan benda-benda terkontaminasi (seperti pakaian, sepatu, dan kendaraan).

Segera melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala klinis mengarah pada PMK pada petugas peternakan setempat. Ciri khas penyakit ini adalah munculnya lepuh (vesikel) dan/atau erosi kulit di bagian hidung, lidah, bibir, di dalam rongga mulut (baik di gusi maupun pipi bagian dalam), di sela kuku, dan di puting.

Tanda klinis lain yang sering ditemukan yakni demam (sekitar 40 °C), depresi, hipersalivasi (keluarnya air liur secara berlebihan), penurunan nafsu makan, berat badan, dan produksi susu, serta hambatan pertumbuhan.

Reporter : Ika
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018