Tuesday, 17 May 2022


Ini Masukan PPSKI Dalam Penanganan Wabah PMK

10 May 2022, 10:53 WIBEditor : Herman

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam melakukan penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) yang menyerang hewan ternak di beberapa wilayah Indonesia, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) memberikan masukan kepada Pemerintah.

Diantaranya stop lalu lintas ternak antar Kabupaten/Kota dan lalu lintas produk-produk pertanian mentah maupun olahan. Pengawasan transportasi ketat, yaitu terutama kendaraan dan manusia yang akan keluar dari daerah wabah.

Tutup Pasar Hewan di Daerah Wabah, dan bentuk segera pos-pos pemeriksaan untuk lalu Lintas Hewan Ternak, dan produk- produk pertanian mentah ataupun olahan.

Segera dilakukan biosurveillance serempak pada semua Hewan Ternak yang mungkin dapat tertular PMK, termasuk hewan-hewan tsb dan juga liar yang ada di kebun-kebun binatang harus dapat diisolasi FMD Virus, ditentukan serotype-nya, dilakukan sequencing dan phylogenetic.

Berdasarkan beberapa hal tersebut maka vaksinasi dan ring vaksinasi dengan seed FMDV yang sesuai dengan isolat FMDV yang bersirkulasi di lapangan harus segera dilakukan. Dilakukan disinfektansia dengan pH asam (pH dibawah 4) atau pH basa (pH diatas 11) di daerah dan di luar sekitar wabah (ring disinfektansia), dibuat eco friendly.

Pejabat Deptan/drh/siapa saja yang ikut rapat dan dalam rapat-rapat tersebut sebelumnya (mungkin jika ada) yang merekomendasikan kepada pemerintah untuk dapat secara resmi mengimpor daging dari wilayah/negara endemik (juga termasuk dari wilayah/negara yang bebas FMDV dengan cara vaksinasi) perlu dipanggil dan dimintai pertanggungan jawabnya (Berkaca dan belajar dari kasus Bank Century).

Hal tersebut sangat perlu dilakukan demi penuntasan kasus FMDV dan pembelajaran demi masa depan Pertanian yang optimal. Stop Impor Daging India.

Reporter : Ika
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018