Sabtu, 24 Februari 2024


Terapi Lagu Dangdut, Cara Peternak Lembu Joyo Bikin Sapi Bahagia

12 Jan 2024, 14:04 WIBEditor : Herman

Sapi Berkualitas Yang Dihasilkan Peternak Lembu Joyo | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Blora ---  Ada yang unik dari cara peternak di kabupaten Blora dalam menghasilkan sapi berkualitas. Peternak Kelompok Tani Ternak Lembu Joyo memutarkan lagu dangdut dari radio setempat agar sapi dapat rileks dan menikmati waktu tidurnya. Dengan begitu sapi menjadi bahagia dan kualitas daging yang dihasilkan pun berbeda.

Bila anda menikmati steak Tenderloin yang lezat dan empuk, disebuah restoran di Jakarta, lalu anda berfikir bahwa steak lezat tersebut berasal dari daging import asal  Australia, anda mungkin salah. Bisa jadi daging tersebut berasal dari sapi pedaging yang dipelihara petani peternak sapi di pelosok desa di kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kelompok Tani Ternak (KTT) “Lembu Joyo” memelihara ratusan sapi pedaging dari jenis Limousin dan Simental. Sapi-sapi tersebut dimiliki oleh 75 orang peternak anggota kelompok Ternak Lembu Joyo.

“Lembu Joyo merupakan Kelompok Tani Ternak di Desa Palon, kecamatan Jepon, kabupaten Blora. Kelompok Tani ini mempunyai anggota yang termasuk “banyak”, untuk ukuran kelompok tani sebagaimana umumnya.

Menurut Ketua  Kelompok Tani Ternak Lembu Joyo, Lagiyono, KTT Lembu Joyo  berdiri sejak tahun 2013 dengan jumlah anggota yang terus mengalami peningkatan.  KTT ini menerima pendaftaran anggota baru, baik peternak yang sudah jadi anggota kelompok tani lain, maupun yang masih bebas. Sehingga terkumpul anggota sebanyak 75 orang.

Sejak awal berdiri, KTT “Lembu Joyo” merupakan kumpulan para petani yang mempunyai usaha sampingan penggemukan sapi. Baik sapi lokal maupun sapi peranakan.

Pada tahun awal berkegiatan, kebetulan PT. Pertamina, melalui CSR nya sedang membantu membuatkan kandang ternak komunal pada 16 titik se kabupaten Blora. Kelompok “Lembu Joyo” ini merupakan salah satu “titik” penerima bantuan tersebut.

Sampai sekarang kandang komunal bantuan PT. Pertamina, yang dibangun di tepi desa Palon tersebut masih digunakan untuk memelihara sapi. Sesuai kapasitas kandang, sapi yang dipelihara dikandang komunal tersebut sebanyak 32 ekor milik 10 peternak.

Masih ada sebuah kandang komunal lain yang berada disamping kandang pertama. Kandang komunal kedua tersebut hanya berkapasitas 12 ekor sapi.

Tahun 2015, KTT Lembu Joyo mendapat kesempatan melakukan kerjasama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Apabila KTT Lembu Joyo dianggap sebagai pihak ke 1, dan  PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai pihak ke 2. Maka  kerjasama tersebut berupa pihak ke 2 memberikan pinjaman modal kerja bagi pihak ke 1 dengan bunga 3% setahun, pihak ke 1 menyediakan sapi kurban untuk dibeli  pihak ke 2 pada Hari Raya Idul Adha.

Pembelian sapi dilakukan dengan harga timbangan per kg  sapi hidup, dikandang. Dibayar tunai baru di bawa pembeli.

Kerjasama ini  mendapat apresiasi dari Bupati Blora H.  Arief Rohman yang waktu itu masih menjabat Wakil Bupati.

Lagiyono dan teman-teman peternaknya memelihara sapi-sapinya dengan sangat cermat. Mereka memperhatikan sekali pakan dan minuman bagi sapinya. Pakan sapi disini berupa konsentrat dan silase.

Sedangkan minuman atau komboran berupa air yang dicampur sedikit larutan mikrobia dan tetes. Para peternak banyak yang sengaja menanam jagung dipanen muda untuk dibuat silase.

Pemberian pakan juga menaati rutinitas waktu. Pagi sekitar jam 8.00 diberi komboran dan pakan, setelah itu sapi   beristrahat dan tidur. Agar dapat menikmati waktu tidurnya sapi dengan santai, mereka diputarkan music dari radio setempat.

“ Sapi-sapi ini paling suka kalau mendengan lagu ndangdut” kata Tekad salah seorang peternak, yang merangkap sebagai bendahara kelompok. Kurang lebih jam 15.00 sapi-sapi kebali di beri minum dan pakan.

Dari ketekunan dan kecermatan pemeliharaan para peternak, sapi-sapi disini membalas dengan penambahan berat badan per hari yang cukup signifikan. Mereka memelihara menggemukan sapi selama 80 - 90 hari saja, paling lama 120 hari.

Pada hari biasa keuntungan per ekor sapi rata-rata Rp 3 juta. “ Pernah ada yang memperoleh keuntungan Rp 6 juta, karena bisa menambah berat badan 2 kg per hari” ujar Lagiyono.

Menjelang Tahun Baru 2024 kemarin mereka juga menjual sapi. “ Harga sekarang hanya mencapai Rp 48.000,-/ kg  untuk sapi Jantan dan Rp 46.000,-/ kg untuk sapi betina.” kata Lagiyono.

Ditambahkan Lagiyono, menjelang Hari Raya Idul Fitri harga bisa mencapai Rp 52.000,-/kg, bahkan kalau Hari Raya Idul Adha harga sapi mencapai Rp 60.000,-/kg.

Mereka juga melayani penjualan sapi ke Jakarta. Harga sapi yang disepakati adalah Rp 65.00,-/kg di kandang. Tetapi kelompok Tani menanggung ongkos transport dan resiko diperjalanan.

Pasar di Jakarta sebenarnya masih cukup terbuka. Namun KTT”Lembu Joyo” kurang berani menangkap peluang, mengingat  resiko yang harus ditanggung.

Masalah yang dihadapi peternak tersebut juga sudah menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.

Plt Kepala DP4 Kabupaten Blora, Ngaliman mengatakan bahwa dengan di bukanya RPH Ruminansia modern di Blora, diharapkan dapat membantu peternak mengatasi masalah tersebut.

“ Kedepan RPH akan dilengkapi cold storage beserta  transportasi berpendingin, sehingga pengiriman tidak lagi berupa sapi hidup tetapi berupa daging beku. Dengan demikian resiko yang ditanggung peternak dalam pengiriman dapat ditekan serendah mungkin” katanya.

Ngaliman juga mengapresiasi KTT “Lembu Joyo” dalam gerakan “Kotak Sejuta Umat”. Mereka telah membangun kotak-kotak kohe sapi yang dapat menghasilkan pupuk kandang berkualitas dalam jumlah besar. “ Dukungan nyata terhadap pengembangan pertanian organik” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018