Jumat, 14 Juni 2024


Bikin Sapi Montok, Kementan - BRIN Diseminasikan Mineral Blok

24 Mei 2024, 07:09 WIBEditor : Yulianto

Sapi lahap menikmati mineral blok | Sumber Foto:Polbangtan Yoma

TABLOIDSINARTANI. COM, MAGELANG---Kementerian Pertanian (Kementan) membuka jalur kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Salah satunya dalam rangka diseminasi Mineral Blok Fortifikasi Mikroalga dan herbal untuk ternak di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Selasa (21/5). 

Seperti diketahui, mineral blok merupakan suplemen yang berperan untuk mengatasi defisiensi mineral pada sapi. Sehingga mencegah kehilangan bobot badan, memperbaiki daya reproduksi, meningkatkan produksi, dan daya tahan sapi terhadap penyakit. 

Melihat manfaatnya bagi peningkatan produksi daging dan susu, Kementan menyambut baik inovasi ini. Seperti disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran di berbagai kesempatan agar petani dan peternak terus meningkatkan produktivitasnya. 

“Saya mendorong peningkatan produktivitas ternak dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani yang bersumber dari daging dan susu di Indonesia," kata Mentan Amran.

Penyediaan pangan sebagai sumber protein dan lemak ini menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi adalah tugas yang sangat besar.  Untuk itu Ia mengajak semua pihak berupaya untuk meningkatkan produktivitas.

“Faktor pengungkit produktivitas daging adalah dengan penyiapan sarana prasarana, seperti kandang, lahan hijauan, konsentrat, pakan dan memanfaatkan inovasi teknologi," katanya. 

Mineral blok yang dibawa Gunawan dan tim peneliti Pusat Riset Peternakan BRIN ini menjadi salah satu inovasi yang sangat strategis dalam meningkatkan bobot ternak, khususnya pada rumenansia.

“Mineral blok ini bisa digunakan untuk mengatasi defisiensi mineral, terutama untuk ternak sapi yang hanya makan hijauan saja," kata Gunawan.

Dengan harga yang dibandrol Rp 10 – 15 ribu/kg mineral blok ini bisa menjadi aternatif pendamping pakan yang efektif. Tiap 1 kg mineral blok ini bisa digunakan untuk 3-4 bulan per ekor. "Selain murah, mineral blok ini bisa mengatasi kekurangan mineral, serta meningkatkan pertambahan berat badan,” ujarnya. 

Ia menyebutkan adanya penambahan bobot sapi setelah menggunakan mineral blok ini. Tak tanggung – tanggung, 1 ekor sapi bisa bertambah bobotnya seberat 3 kg. Pasalnya, kandungan mineral blok ini bisa meningkatkan nafsu makan.

“Adanya fortifikasi alga dan herbal membuat rumen nyaman, selain itu juga bisa digunakan sebagai obat cacing," tambahnya.

Tak hanya untuk meningkatkan kualitas daging dan susu, namun juga bisa menjadi panduan pembuatan mineral blok oleh mahasiswa. 

“Mahasiswa bisa belajar cara membuat, belajar tentang formulasinya, dan bagaimana cara komersialisasi. Jangan sampai hanya penelitian, namun juga bagaimana cara memproduksi masal dan menjualnya," katanya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Bambang Sudarmanto menyambut antusias mineral blok ini sebagai inovasi pakan ternak yang aplikatif.

“Dengan kolaborasi BRIN dan Polbangtan YOMA ini memungkinkan adanya kolaborasi antar akademisi dan peneliti. Tujuannya, membekali mahasiswa dengan inovasi dan teknologi terkini," kata Bambang.

Reporter : Osi
Sumber : Polbangtan Yogyakarta-Megelang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018