Wednesday, 21 October 2026


Pemerintah Luncurkan SPHP Jagung 52 Ribu Ton, Peternak Dapat Harga Spesial

25 Sep 2025, 08:52 WIBEditor : Herman

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi Bersama Dirjen PKH Agung Suganda

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah resmi meluncurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung Tahun 2025, sebagai upaya konkret menjaga stabilitas harga dan ketersediaan jagung pakan bagi peternak ayam petelur. 

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog, yang digelar di Kantor Bapanas, Jakarta.

Melalui program SPHP ini, pemerintah akan menyalurkan sebanyak 52.400 ton jagung dengan harga terjangkau.

Yakni Rp5.500 per kilogram, kepada lebih dari 2.000 peternak ayam layer mandiri yang terdaftar dalam berbagai asosiasi dan koperasi.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa SPHP Jagung merupakan bentuk nyata intervensi pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan petani dan peternak, khususnya saat harga jagung melonjak di pasaran.

“Saya hanya ingin memastikan 52.400 ton jagung ini bisa segera sampai ke peternak dengan harga Rp5.500. Saat harga tinggi, tugas pemerintah adalah hadir dan membantu,” ujar Arief.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan transparansi dalam pelaksanaan program ini.

 Distribusi akan dilakukan dengan skema by name, by address untuk menghindari penyelewengan. 

Bulog juga diminta menjaga kualitas jagung yang disalurkan, karena hal ini akan langsung memengaruhi produktivitas peternakan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyambut baik peluncuran SPHP Jagung.

 Menurutnya, kebijakan ini akan memberikan efek langsung terhadap stabilitas harga pakan, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.

 “Program ini sangat ditunggu-tunggu. Ketika harga jagung naik, SPHP hadir sebagai penyeimbang. Langkah ini akan cepat memengaruhi psikologi pasar, dan kami optimistis harga segera stabil,” ujar Agung.

Ia juga menambahkan bahwa validasi data peternak terus dilakukan agar penyaluran tepat sasaran dan lebih cepat.

 Selain itu, kualitas jagung akan dijaga agar memberikan dampak maksimal terhadap hasil produksi ternak, khususnya telur dan ayam hidup.

 Suwardi, perwakilan peternak ayam layer dari Jawa Tengah, menyebut program ini datang di saat yang sangat dibutuhkan.

Ditambahkannya, kebijakan ini hadir di saat yang tepat. Saat suplai berkurang dan harga jagung naik, kedatangan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) bisa bantu stabilkan pasar. 

"Ini bukan mematikan petani, tapi justru menyeimbangkan kepentingan petani dan peternak,” ujarnya.

Menurut Suwardi, petani dan peternak merupakan satu kesatuan yang saling bergantung.

Keseimbangan harga jagung penting untuk keberlanjutan seluruh rantai pasok pangan.

Reporter : Desy
Sumber : Humas Ditjen PKH
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018