Wednesday, 21 October 2026


Resmi Dimulai, SPHP Jagung Sasar 2.109 Peternak Rakyat di 16 Provinsi

25 Sep 2025, 15:26 WIBEditor : Herman

Pemerintah luncurkan SPHP Jagung

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah resmi meluncurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung untuk membantu peternak rakyat, khususnya peternak unggas.

Program ini ditugaskan kepada Perum Bulog berdasarkan surat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tanggal 23 September 2025.

Melalui program ini, sebanyak 52.400 ton Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) digelontorkan dengan harga Rp5.500 per kilogram hingga ke tangan peternak.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp78,6 miliar, dengan asumsi subsidi harga Rp1.500 per kilogram.

“Kabar baik bagi peternak unggas, mulai minggu ini pemerintah memulai SPHP jagung pakan. Dengan harga Rp5.500 per kilogram, program ini wujud arahan Presiden Prabowo agar pemerintah hadir mendukung produsen pangan dalam negeri,” ujar Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi.

Program SPHP tahun ini menargetkan 2.109 peternak yang sudah diverifikasi bersama Kementerian Pertanian dan Bulog.

Jumlah itu terdiri dari 192 peternak mikro, 1.693 peternak kecil, dan 224 peternak menengah yang tersebar di 16 provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Menurut Arief, program ini sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan petani jagung dan peternak unggas.

“Saat harga jagung tinggi, pemerintah bantu peternak. Sebaliknya, saat harga jatuh, pemerintah serap hasil petani. Semua harus dijaga,” tegasnya.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas per 23 September, harga jagung di tingkat peternak sudah menembus Rp6.736 per kg, atau 16,14% di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp5.800 per kg. Lonjakan ini dikhawatirkan memicu kenaikan harga telur dan daging ayam.

Saat ini, harga telur ayam di tingkat konsumen tercatat Rp29.992 per kg, naik 1,43?ri bulan lalu. Sementara harga daging ayam mencapai Rp38.339 per kg, atau naik 8,28% dibanding bulan sebelumnya.

“Fluktuasi harga jagung pakan pasti berdampak pada telur dan daging ayam. Melalui SPHP, pemerintah berupaya menjaga agar protein hewani tetap terjangkau masyarakat,” jelas Arief.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyambut baik peluncuran SPHP jagung ini.

 “Program ini sudah lama ditunggu. Dengan adanya SPHP, saya yakin harga jagung segera stabil,” katanya.

Senada, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, menilai program ini hadir tepat waktu.

“Supply jagung sedang berkurang dan harga tinggi. SPHP membantu peternak tanpa merugikan petani, karena keduanya sama-sama dilindungi,” ujarnya.

Dalam peluncuran tersebut hadir pula Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Rachmi Widiriani, serta Direktur Operasional Perum Bulog Mokhamad Suyamto, bersama perwakilan koperasi dan asosiasi peternak unggas.

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018