
Budidaya Ulat Sutra Jadi Pilihan Pemkab Wajo Tingkatkan Ekonomi Warga
TABLOIDSINARTANI.COM, Wajo — Pemerintah Kabupaten Wajo terus berinovasi dalam memberdayakan masyarakat. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop & UKM), pemerintah daerah kini gencar mendorong warga agar mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif lewat budidaya murbei dan pemeliharaan ulat sutera.
Salah satu contoh sukses program ini dapat ditemui di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, di mana kelompok binaan Disperindagkop & UKM aktif mengembangkan budidaya ulat sutera.
Kegiatan ini tak hanya menjaga lingkungan tetap hijau, tetapi juga memberi peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat di luar sektor pertanian tradisional.
Menurut pihak Disperindagkop & UKM Wajo, potensi ekonomi dari budidaya ulat sutera sangat menjanjikan. Prosesnya pun relatif cepat dan mudah dijalankan.

“Hitung-hitungannya cukup sederhana. Jika petani memelihara ulat sutera mulai dari instar 2 atau usia sekitar 12 hari, maka dalam waktu 20 hingga 21 hari sudah bisa panen kokon,” ungkap salah satu pembina kelompok.
Satu box ulat sutera, lanjutnya, mampu menghasilkan 30 hingga 45 kilogram kokon, tergantung teknik pemeliharaan. Dengan harga pasar kokon basah yang kini mencapai Rp60.000 per kilogram, petani bisa meraup penghasilan hingga Rp2,4 juta setiap kali panen dari satu box ulat sutera.
Program yang telah berjalan sejak 2022 ini masih terus berlanjut dan mendapat pendampingan dari pemerintah daerah.
Disperindagkop & UKM Wajo berkomitmen menjaga agar kegiatan budidaya murbei dan ulat sutera tetap produktif dan berkelanjutan.

“Kami mengajak semua kelompok yang sudah memiliki tanaman murbei agar terus melakukan pembesaran ulat sutera. Ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang cepat dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar perwakilan Disperindagkop & UKM Wajo.
Pemerintah juga membuka peluang bagi masyarakat atau kelompok baru yang tertarik menekuni usaha ini. Mereka bisa belajar langsung ke kelompok sukses di sejumlah lokasi seperti Desa Lempong (Kecamatan Bola), Kelurahan Sompe, Desa Pakkanna, dan Desa Ujunge Kecamatan Tanasitolo.