Thursday, 22 October 2026


Rampungkan Evaluasi Impor, Produk Unggas RI Selangkah Lagi Tembus Timor Leste

21 Oct 2025, 19:00 WIBEditor : Herman

Proses IRA oleh Delegasi Timor Leste di Indonesia

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Proses Import Risk Analysis (IRA) yang dilakukan oleh delegasi Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MALFF) Republik Demokratik Timor Leste di Indonesia resmi berakhir.

 Ini menjadi tonggak penting dalam upaya membuka akses ekspor unggas dan produk turunannya, termasuk telur konsumsi, dari Indonesia ke negara tetangga tersebut.

Kegiatan evaluasi ini merupakan bagian dari kerja sama regional di sektor peternakan dalam lingkup ASEAN. 

Delegasi Timor Leste mengunjungi sejumlah unit usaha peternakan di berbagai daerah, mulai dari PT. Raja Jeva Nisi dan PT. Sreeya Sewu di Jawa Barat, PT. Wonokoyo di Jawa Timur, hingga CV. Sari Rahayu di Bangli, Bali.

 Penilaian menyeluruh ini menjadi syarat utama sebelum izin impor resmi dapat diterbitkan oleh Pemerintah Timor Leste.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Makmun, menyambut baik rampungnya proses IRA ini.

 Ia menyebut momen ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi produk peternakan Indonesia di pasar regional.

"Kami mengapresiasi kunjungan dan proses evaluasi yang dilakukan oleh delegasi Timor Leste. Pemerintah terus berkomitmen memastikan seluruh unit usaha peternakan memenuhi standar internasional dalam hal kesehatan, keamanan pangan, dan mutu produk,” ujarnya.

Makmun juga menegaskan bahwa pembukaan akses ekspor ini sejalan dengan target besar pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk peternakan di kawasan ASEAN.

"Kami berharap hasil evaluasi ini dapat menjadi landasan kuat bagi dimulainya ekspor unggas Indonesia ke Timor Leste. Ini bukan hanya soal perdagangan, tapi juga penguatan kerja sama ekonomi bilateral,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Karantina Hewan MALFF Timor Leste, Mario Fransisco Amaral, menjelaskan bahwa IRA difokuskan untuk memastikan penerapan biosekuriti serta kesesuaian pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) di lapangan.

"Kami ingin memastikan bahwa prosedur yang diterapkan di atas kertas benar-benar dijalankan di lapangan. Dan dari hasil kunjungan, kami melihat adanya komitmen kuat, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, dalam menjaga standar kesehatan hewan,” jelasnya.

Mario menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan internal terlebih dahulu sebelum mengeluarkan rekomendasi resmi kepada Kementerian terkait di Timor Leste. 

Namun secara umum, hasil evaluasi dinilai sangat positif.

 “Mayoritas unit usaha yang kami kunjungi telah memenuhi standar yang ditetapkan. Kami optimistis kerja sama ini akan mempererat hubungan dagang dan mendorong integrasi ekonomi antara Timor Leste dan Indonesia di kawasan ASEAN,” tutupnya.

Reporter : Desi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018