Wednesday, 21 October 2026


MUNAS IX ASOHI, Momentum Emas Kuatkan Industri Obat Hewan Nasional

23 Oct 2025, 16:25 WIBEditor : Herman

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Drh. Agung Suganda, membuka MUNAS IX ASOHI

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) IX di IPB Convention Center (ICC) Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/10). Mengusung tema “Bersama ASOHI, Sinergi Kuat, Industri Meningkat,” perhelatan ini menjadi momentum strategis bagi penguatan industri obat hewan nasional agar semakin sehat, mandiri, dan berdaya saing global.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Drh. Agung Suganda, menegaskan bahwa MUNAS IX menjadi titik penting dalam perjalanan industri veteriner Indonesia.

Ia mengungkapkan, nilai ekspor obat hewan nasional saat ini telah mencapai Rp5,5 triliun dan produk Indonesia telah menembus pasar di lebih dari 95 negara.

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa industri obat hewan Indonesia tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di kancah global.

“Ini menunjukkan bahwa industri obat hewan bukan hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga sudah merambah pasar internasional. Pencapaian ini harus kita pertahankan bahkan kita dorong untuk semakin meningkat,” ujarnya.

Agung juga menyoroti keberhasilan pemerintah bersama industri obat hewan dalam mengendalikan berbagai penyakit hewan strategis seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), rabies, dan sejumlah penyakit lain yang trennya terus menurun.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan vaksin dan obat untuk penyakit hewan strategis di Indonesia, serta peran industri obat hewan dalam menjaga keberlanjutan sektor peternakan.

“Industri obat hewan merupakan pilar penting pembangunan sub-sektor peternakan nasional. Tidak mungkin produksi komoditas peternakan berjalan optimal tanpa dukungan obat dan vaksin yang memadai,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota ASOHI atas kontribusinya dalam penyediaan protein hewani nasional dan peningkatan ekspor komoditas veteriner.

Lebih lanjut, Agung mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara daya saing dan keterjangkauan harga obat hewan di tingkat peternak. Pemerintah, katanya, berkomitmen menjadi pelayan dan fasilitator bagi industri agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Kami ingin harga obat hewan tetap terjangkau, baik produk dalam negeri maupun impor. Untuk itu, kami meminta seluruh jajaran terkait untuk menyederhanakan proses mulai dari importasi hingga pengujian. Pemerintah akan terus menjadi mitra strategis bagi industri agar tumbuh dan berkembang lebih kuat,” tambahnya.

Sebagai forum tertinggi organisasi, MUNAS IX ASOHI dihadiri oleh pengurus pusat, pengurus daerah dari 16 provinsi, para anggota, serta mitra strategis lintas sektor.

Agenda utama meliputi pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2025, penyempurnaan AD/ART dan kode etik organisasi, penyusunan program kerja untuk periode 2025–2029, serta pemilihan Ketua Umum ASOHI yang baru.

Dalam forum tersebut juga dibahas rekomendasi strategis bagi arah kebijakan organisasi di masa mendatang.

Salah satu momen penting dalam MUNAS kali ini adalah peluncuran buku “Roadmap Pengembangan Obat Hewan Indonesia”, yang berisi peta jalan pembangunan industri veteriner nasional hingga tahun 2035. Buku tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan industri yang inovatif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan global.

Acara pembukaan juga turut dihadiri tokoh penting dari dunia peternakan dan kesehatan hewan nasional, serta perwakilan asosiasi lintas sektor seperti PB PDHI, GPPU, GPMT, PINSAR, ISPI, GAPPI, dan HIMPULI. Dukungan internasional juga terlihat melalui kehadiran perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang menjadi mitra kerja ASOHI.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan Ir. Sondang Anggraini, MA, Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional, yang memaparkan materi bertajuk “Dampak Kebijakan Tarif Presiden AS Donald Trump terhadap Ekonomi Indonesia, Khususnya Bidang Peternakan dan Pertanian.”

Ketua Umum ASOHI, Drh. Irawati Fari, dalam sambutannya menegaskan bahwa konsistensi dan profesionalisme merupakan kunci keberlanjutan organisasi.

Selama dua periode kepemimpinannya, ASOHI terus berupaya menjaga soliditas internal sekaligus meningkatkan relevansi terhadap dinamika nasional dan global.

Menurutnya, industri obat hewan kini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mengedepankan kualitas, keamanan, dan tanggung jawab sosial.

“Kita sedang memasuki era baru industri veteriner. Keberhasilan tidak lagi diukur dari volume produksi, tetapi dari nilai keberlanjutan, inovasi, dan kontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat serta kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Irawati menambahkan bahwa selama 46 tahun eksistensinya, ASOHI telah menjadi jembatan penting antara regulator, akademisi, dan pelaku usaha.

Sinergi lintas sektor ini, katanya, akan memastikan Indonesia mampu sejajar dengan negara lain dalam tata kelola industri obat hewan yang bermutu dan berdaya saing tinggi.

Ia juga menyampaikan optimismenya bahwa MUNAS IX bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan, melainkan wujud komitmen bersama untuk memastikan industri obat hewan Indonesia tumbuh secara berkelanjutan, kuat di dalam negeri, dan diperhitungkan di dunia internasional.

Sementara itu, Ketua Steering Committee MUNAS IX, Drh. Mukhmad Rakhmat Nuriyanto, MBA, menegaskan bahwa ASOHI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan One Health, keamanan pangan, dan ketahanan industri peternakan nasional.

Ia menilai bahwa MUNAS IX merupakan ajang konsolidasi ide dan strategi agar industri obat hewan Indonesia semakin adaptif menghadapi tantangan global seperti biosekuriti, penyakit zoonosis, serta digitalisasi distribusi produk veteriner.

Sejak didirikan pada 25 Oktober 1979, ASOHI telah berperan aktif sebagai wadah profesi dan bisnis yang menaungi perusahaan produsen, importir, distributor, dan pelaku industri obat hewan di Indonesia.

Selama lebih dari empat dekade, organisasi ini menjadi mitra penting pemerintah dalam pembinaan, regulasi, dan pengembangan industri farmasi veteriner yang bermutu dan sesuai standar internasional. Melalui semangat “Sinergi Kuat, Industri Meningkat,” ASOHI meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi wadah aspirasi, mitra kebijakan, dan katalis inovasi bagi kemajuan industri obat hewan nasional menuju kemandirian dan daya saing global.

 

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018