Wednesday, 21 October 2026


Program Setara, Antar Konawe Selatan Jadi Sentra Ternak Nasional

09 Nov 2025, 12:47 WIBEditor : Herman

Jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe Selatan melakukan kunjungan dan koordinasi ke Kementerian Pertanian (Kementan)

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, terus memacu subsektor peternakan untuk menjadikan daerahnya sebagai salah satu penyedia ternak nasional.

Langkah ini didukung potensi besar wilayah yang memiliki lahan penggembalaan luas, sumber air melimpah, serta lahan hijauan pakan ternak yang memadai.

Potensi tersebut mengemuka saat jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe Selatan melakukan kunjungan dan koordinasi ke Kementerian Pertanian (Kementan), bertemu dengan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Ketut Wirata, di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

“Kami datang untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi program peternakan di Konawe Selatan agar sejalan dengan program di Kementerian Pertanian,” ujar Irawan HS, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe Selatan.

Menurut Irawan, program pengembangan peternakan di Konawe Selatan merupakan bagian dari visi besar Bupati Irham Kalenggo melalui konsep “SETARA” (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera).

Ia optimistis sinergi dengan Kementan akan mendorong peningkatan produksi protein hewani sekaligus memperkuat posisi Konawe Selatan sebagai sentra pengembangan ternak di Sulawesi Tenggara.

Konawe Selatan diketahui memiliki populasi ternak yang beragam, mulai dari sapi, kambing, hingga unggas.

Daerah ini bahkan menjadi salah satu sentra produksi sapi potong utama di Sulawesi Tenggara, yang potensial dikembangkan menjadi lumbung ternak nasional.

Sementara itu, I Ketut Wirata menegaskan komitmen Kementan untuk mendukung pengembangan peternakan di Konawe Selatan.

Salah satu bentuk dukungannya yakni melalui bantuan straw inseminasi buatan (IB) untuk meningkatkan mutu genetik ternak, serta penyediaan bibit sapi unggul melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbibitan.

“Kami juga menyoroti pentingnya program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Pengendalian penyakit merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan peternakan,” kata Ketut.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, lanjut Ketut, menunjukkan komitmen kuat untuk membangun subsektor peternakan agar semakin maju dan berdaya saing.

“Kami berharap Konawe Selatan, dengan semangat SETARA, benar-benar bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya, termasuk melalui pengembangan sektor peternakan,” ujarnya.

Ketut menambahkan, sejumlah program prioritas Kementerian Pertanian dalam mendukung swasembada pangan asal ternak meliputi penyediaan bibit dan indukan, pengendalian penyakit hewan strategis, penguatan teknologi pakan, serta peningkatan mutu dan hilirisasi produk peternakan agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

“Mudah-mudahan Konawe Selatan bisa menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan, karena potensinya sangat besar,” tutup Ketut Wirata.

 

Reporter : Desi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018