Wednesday, 21 October 2026


Gandeng Kementan, Jatim Gelar Vaksinasi PMK Serentak di 38 Kabupaten/Kota

30 Jan 2026, 17:00 WIBEditor : herman

Bersama Kementan, Pemrov Jatim Gelar Vaksin PMK Serentak di 38 kabupaten/Kota

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya --- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat langkah pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menggelar vaksinasi ternak secara massal dan serentak di seluruh kabupaten dan kota.

Langkah ini menjadi strategi utama untuk melindungi populasi ternak sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi para peternak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, percepatan vaksinasi menjadi krusial mengingat Jawa Timur merupakan salah satu sentra peternakan nasional. Menurutnya, perlindungan ternak harus dilakukan sejak dini agar dampak PMK tidak meluas dan mengganggu stabilitas sektor peternakan.

“Percepatan vaksinasi ini sangat penting karena Jawa Timur adalah lumbung ternak nasional. Dengan vaksinasi serentak, kita dorong terbentuknya herd immunity agar populasi ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Untuk tahap pertama, kami menyalurkan 453 ribu dosis vaksin,” ujar Khofifah, Rabu (28/1).

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim menetapkan Gerakan Vaksinasi PMK Serentak yang akan dilaksanakan pada 29 Januari 2026. Ribuan dokter hewan serta petugas kesehatan hewan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan vaksinasi pada ternak milik masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.

Tahap awal vaksinasi ditandai dengan distribusi 453 ribu dosis vaksin PMK ke 38 kabupaten dan kota. Program ini menjadi bagian dari vaksinasi berkelanjutan yang dijadwalkan berlangsung hingga September 2026, dengan target perlindungan menyeluruh terhadap populasi ternak.

Dukungan pemerintah pusat turut memperkuat langkah tersebut. Pada tahun 2026, alokasi vaksin PMK untuk Jawa Timur mencapai 1.510.000 dosis yang akan disalurkan dalam dua hingga tiga tahap. Pengadaan vaksin dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian.

Kepala Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma, Edy Budi Susila, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengendalian PMK, khususnya di wilayah strategis seperti Jawa Timur.

“BBVF Pusvetma berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin PMK yang aman, bermutu, dan tepat waktu. Jawa Timur memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kesehatan ternak dan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Selain vaksinasi, pengendalian PMK juga diperkuat melalui pengawasan lalu lintas ternak, penerapan biosekuriti kandang, serta edukasi berkelanjutan kepada para peternak. Upaya terpadu ini diharapkan mampu menjaga kesehatan ternak, mempertahankan produktivitas peternakan, dan mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Reporter : eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018