Tuesday, 14 July 2026


1.383 Sapi Perah Tiba di Cilacap, Siap Dongkrak Produksi Susu Nasional

03 Feb 2026, 09:14 WIBEditor : Herman

Sapi perah impor tiba di Cilacap

TABLOIDSINARTANI.COM, CILACAP – Sebanyak 1.383 ekor sapi perah impor tiba di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (1/2)

Kedatangan sapi-sapi produktif ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat produksi susu segar nasional sekaligus meningkatkan aset ternak di kandang peternak rakyat.

Dari total sapi yang datang, 1.094 ekor dikelola PT Lunar Chemplast dan 289 ekor lainnya oleh PT Mazaraat Lokanatura Indonesia.

Selanjutnya, sapi-sapi tersebut akan disalurkan ke jaringan peternak mitra setelah melalui seluruh tahapan karantina dan pemeriksaan kesehatan.

Kedatangan ini melanjutkan realisasi investasi sektor peternakan sepanjang 2025 yang sebelumnya telah menghadirkan 33.955 ekor sapi ke berbagai daerah di Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri atas 13.544 sapi perah dan 20.411 sapi pedaging, yang tersebar untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa aspek kesehatan dan keamanan hewan menjadi prioritas utama sebelum sapi ditempatkan di kandang peternak.

“Sebanyak 1.383 ekor sapi ini diterima dalam kondisi sehat dan telah diperiksa oleh petugas karantina saat kedatangan. Meski demikian, tetap dilakukan karantina selama 14 hari, pengambilan sampel penyakit, serta vaksinasi, khususnya terhadap lumpy skin disease dan Penyakit Mulut dan Kuku,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah memastikan sapi impor asal Australia tersebut memenuhi seluruh persyaratan karantina dan dinyatakan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Selama masa karantina lanjutan, sapi ditempatkan di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Cilacap.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Tanjung Intan Cilacap, Yohanes Kristiawan Artanto, menjelaskan bahwa sapi baru dapat dilepas setelah seluruh prosedur dipenuhi.

“Setelah masa karantina selesai dan sapi dinyatakan sehat serta bebas HPHK, akan diterbitkan sertifikat pelepasan sebagai syarat agar sapi dapat dipelihara secara aman dan sesuai ketentuan,” katanya.

Kedatangan ribuan sapi perah ini juga mendapat sambutan positif dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda.

Menurutnya, impor sapi perah bukan sekadar menambah populasi, melainkan bagian dari investasi jangka panjang.

“Sapi-sapi ini bukan hanya tambahan jumlah, tetapi investasi strategis untuk memperkuat fondasi produksi susu nasional dari kandang peternak rakyat. Targetnya, peternak kita bisa naik kelas dengan genetika yang lebih baik dan produktivitas yang lebih tinggi,” ujar Agung.

Sepanjang 2025, pola investasi sapi dilakukan melalui skema joint shipment dan titip pelihara, dengan melibatkan koperasi serta peternak lokal.

Susu yang dihasilkan kemudian terhubung langsung dengan industri pengolahan susu, sehingga memberikan kepastian pasar sekaligus pendampingan manajemen pemeliharaan.

Reporter : Desi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018