Thursday, 12 March 2026


Gerak Cepat Mentan Tanggapi Laporan Warga, Harga Ayam di Kebayoran Langsung Turun Rp 15 Ribu

20 Feb 2026, 19:22 WIBEditor : Herman

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman saat sidak harga ayam di Pasar kebayoran

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta —Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman tak tinggal diam saat menerima laporan lonjakan harga pangan dari masyarakat. Ia langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (20/2), untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap sesuai aturan menjelang Ramadan.

Amran mengungkapkan, laporan kenaikan harga ayam dan bawang putih masuk saat dirinya sedang rapat. Ia pun segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

"Kami tadi pagi sedang rapat, laporan datang ke kantor, mengatakan bahwa harga ayam naik, harga bawang putih naik. Setelah kita telepon, Pak Kapolda, Pak Dirkrimsus dengan Pak Kapolres, harganya langsung turun dari 40 ribu menjadi 25 ribu. Jadi ternyata telepon itu menurunkan harga 15.000 per kilo," kata Mentan Amran

Menurut Amran, pemerintah bergerak cepat bersama Polri, mulai dari Mabes hingga jajaran Polres setempat. Ia menegaskan, setiap upaya permainan harga akan langsung ditindak.

“Kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Kami minta langsung diproses,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum bulan suci untuk meraup keuntungan berlebihan.

“Tolong jangan main-main di bulan suci Ramadan,” katanya.

Saat sidak berlangsung, harga bawang putih yang sebelumnya dilaporkan menembus Rp60 ribu per kilogram, turun menjadi Rp38 ribu atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Alhamdulillah, tadi sudah Rp38 ribu. Kami terima kasih kepada pengusaha yang sudah mengikuti aturan,” ucapnya.

Namun, temuan berbeda terjadi pada minyak goreng rakyat merek MinyaKita. Produk yang seharusnya dijual Rp15.700 per liter, ditemukan dijual Rp19.000.

Amran langsung meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus memproses hukum distributor terkait. Ia menegaskan, pengecer kecil tidak boleh menjadi sasaran utama, melainkan harus ditelusuri hingga distributor besar dan perusahaan.

“Ini diproses hukum, segel unit usahanya. Jangan pengecer kecil. Telusuri sampai distributor besar dan perusahaannya,” tegasnya.

Bahkan, Amran membeli dua kantong MinyaKita sebagai barang bukti untuk pendalaman kasus.

Di sisi lain, Amran memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup. Pemerintah telah mengantisipasi lonjakan permintaan sejak sebelum Ramadan.

“Beras kita melimpah, minyak goreng kita mensuplai dunia. Tidak ada alasan harga naik di dalam negeri,” ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan mengintensifkan operasi pasar dan pengawasan ketat di seluruh Indonesia. Tim pengawas disebut telah disiagakan di berbagai daerah.

Amran menegaskan, pemerintah tidak berniat mengganggu pelaku usaha. Namun, seluruh komoditas strategis seperti beras, ayam, daging, telur, dan minyak goreng wajib dijual sesuai HET.

“Yang dihujat itu pemerintah, padahal yang bermain segelintir orang. Ini jangan main-main,” pungkasnya.

 

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018