
Pertemuan lintas pemangku kepentingan dalam rangka persiapan HSN 2026
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan konsumsi susu nasional dengan menyiapkan peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 secara lebih matang dan kolaboratif.
Tidak sekadar seremoni, ajang tahunan ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi gizi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Langkah awal persiapan HSN 2026 dibahas dalam pertemuan lintas pemangku kepentingan yang digelar beberapa waktu lalu. Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Asosiasi Industri Pengolahan Susu, hingga Gabungan Koperasi Susu Indonesia.
Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan konsep acara sekaligus memperjelas peran masing-masing pihak. Hasilnya, seluruh peserta sepakat bahwa HSN 2026 harus diselenggarakan secara terencana, profesional, dan berbasis kolaborasi agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas.
Rencananya, acara puncak HSN 2026 akan digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Taman Margasatwa Ragunan. Lokasi ini dipilih karena dinilai strategis dan menjadi salah satu destinasi favorit keluarga, khususnya anak-anak sebagai target utama edukasi konsumsi susu.
Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan acara. Mulai dari fun run dan fun walk, aksi minum susu bersama, talkshow, hingga pameran produk hilirisasi peternakan. Tak hanya itu, lomba edukatif serta pembagian doorprize juga akan digelar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Panitia menargetkan sekitar 1.200 peserta akan hadir, baik dari kalangan umum maupun undangan. Tren kegiatan olahraga seperti fun run diyakini mampu menjadi magnet tambahan untuk menarik minat publik.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH, Makmun, menegaskan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci agar HSN benar-benar memberikan dampak nyata.
“Pelaksanaan HSN Tahun 2026 perlu dilakukan secara kolaboratif, terencana, dan profesional agar dapat memberikan dampak yang luas dalam peningkatan konsumsi susu dan edukasi gizi masyarakat,” ujarnya.
Dukungan dari organisasi petani juga menjadi elemen penting dalam memperkuat ekosistem persusuan nasional. Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Mulyono Makmur, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif.
“HKTI siap mendukung penuh pelaksanaan peringatan HSN 2026, termasuk berkolaborasi dengan para pelaku persusuan,” katanya.
Selain kesiapan teknis, aspek publikasi juga menjadi perhatian serius. Promosi kegiatan direncanakan dilakukan lebih awal dengan melibatkan influencer agar jangkauannya semakin luas.