Saturday, 16 May 2026


Event Pangan Terbesar Segera Digelar! INNOFOOD 2026 Jadi Motor Inovasi dan Sustainability Pangan

27 Apr 2026, 13:58 WIBEditor : Geshs

INNOFOOD 2026 resmi diluncurkan, siap digelar 8–11 Oktober di NICE PIK 2 Tangerang sebagai ajang inovasi dan kolaborasi besar sektor pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- INNOFOOD 2026 resmi diluncurkan di HUT ke-53 HKTI dan siap digelar 8–11 Oktober 2026 sebagai ajang pangan terbesar yang dorong inovasi dan keberlanjutan Indonesia.

Peluncuran INNOFOOD 2026 atau Innovation for Food Security and Sustainability Expo and Forum berlangsung dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Auditorium Kementerian Pertanian, Senin (27/4/2026).

Agenda ini menjadi titik awal konsolidasi besar lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis inovasi dan keberlanjutan. Acara launching tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, pelaku industri, asosiasi, akademisi, hingga komunitas agribisnis.

INNOFOOD 2026 dirancang sebagai platform strategis yang mempertemukan seluruh elemen dalam ekosistem pangan, dari hulu hingga hilir, dalam satu wadah kolaboratif. Kegiatan puncak INNOFOOD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Tangerang.

Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Pangan Sedunia (World Food Day) yang diperingati setiap 16 Oktober, sehingga diharapkan mampu memperkuat gaung isu ketahanan pangan Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Project Manager INNOFOOD 2026, Graha Abadi Pasyaman, menegaskan bahwa INNOFOOD 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran biasa. Lebih dari itu, event ini dirancang sebagai ruang interaksi, edukasi, sekaligus akselerasi inovasi pangan yang inklusif.

“INNOFOOD 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi untuk mendorong ketahanan pangan dan keberlanjutan di Indonesia. Kami ingin mempertemukan pelaku industri, pemerintah, inovator, akademisi, hingga komunitas dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Di sinilah ide berkembang, koneksi terbangun, dan masa depan pangan dibentuk,” ujar Graha dalam pemaparannya.

Menurutnya, tantangan pangan global yang semakin kompleks menuntut adanya sinergi yang lebih kuat antar sektor. Karena itu, INNOFOOD 2026 mengusung pendekatan lintas industri dengan menghadirkan berbagai inovasi mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga distribusi dan ketahanan pangan berbasis sustainability.

Selama empat hari pelaksanaan, INNOFOOD 2026 akan menghadirkan rangkaian kegiatan lengkap, mulai dari opening ceremony, pameran (exhibition), forum diskusi hybrid (online dan offline), workshop, business matching (B2B), hingga award day dan closing ceremony.

Selain itu, sejumlah pra-event seperti technical meeting dan forum sosialisasi juga telah disiapkan guna memastikan keterlibatan aktif seluruh peserta. Event ini ditargetkan diikuti lebih dari 100 perusahaan dan menghadirkan potensi kunjungan hingga 150 ribu orang selama penyelenggaraan.

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, BUMN, sektor swasta, investor, buyer, akademisi, asosiasi, hingga startup di bidang agritech dan foodtech.

Dalam konsep pamerannya, INNOFOOD 2026 akan mengusung tujuh klaster utama yang merepresentasikan sektor strategis dalam industri pangan nasional. Ketujuh klaster tersebut menjadi peluang besar bagi para exhibitor untuk menampilkan inovasi dan produk unggulan masing-masing.

Adapun tujuh klaster pameran tersebut meliputi:

1. Inno Food Horticulture – menampilkan inovasi di sektor hortikultura seperti sayur, buah, tanaman hias, serta teknologi budidaya modern.

2. Inno Agricultural Food Technology – berfokus pada teknologi pertanian, termasuk mekanisasi, digital farming, smart agriculture, dan solusi berbasis teknologi.

3. Inno Food Livestock – menghadirkan sektor peternakan, mulai dari produksi, pengolahan hasil ternak, hingga teknologi pakan dan kesehatan hewan.

4. Inno Food Plantation – mencakup komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, kakao, tebu, dan lainnya beserta inovasi pengelolaannya.

5. Inno Food Fisheries – menampilkan sektor perikanan tangkap dan budidaya, termasuk teknologi akuakultur dan pengolahan hasil laut.

6. Inno Food Crops – berfokus pada tanaman pangan utama seperti padi, jagung, kedelai, dan komoditas strategis lainnya.

7. Inno Food Security – mengangkat isu ketahanan pangan, distribusi, logistik, hingga kebijakan dan inovasi dalam menjaga ketersediaan pangan berkelanjutan.

Graha menambahkan, seluruh klaster tersebut dirancang untuk saling terintegrasi sehingga mampu menciptakan ekosistem pangan yang kuat dan berdaya saing.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sektor pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang inovasi, nilai tambah, dan keberlanjutan. Semua sektor ini saling terhubung dan memiliki peran penting,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor pertanian dan pangan saat ini menjadi salah satu sektor yang paling strategis dan memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan inovator menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan sektor ini. Peluncuran INNOFOOD 2026 yang bertepatan dengan HUT ke-53 HKTI juga menjadi simbol kuatnya peran organisasi tani dalam mendorong transformasi pertanian Indonesia.

HKTI sebagai wadah petani diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas dan adopsi inovasi.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, INNOFOOD 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator dalam menciptakan solusi nyata bagi tantangan pangan, baik di tingkat nasional maupun global.

Keterlibatan berbagai pihak dalam satu platform diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan, teknologi, serta investasi di sektor pangan.

“Jangan ragu untuk bergabung. INNOFOOD 2026 adalah momentum besar bagi seluruh pelaku industri untuk berkontribusi dalam membangun masa depan pangan Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tutup Graha.

Melalui sinergi yang dibangun sejak tahap peluncuran hingga pelaksanaan nanti, INNOFOOD 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga gerakan bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Hari Pangan Sedunia 2026.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018