
Koordinasi dan sosialisasi skema Kredit Usaha Alsintan (KUA)
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat penguatan sektor peternakan unggas dengan membuka akses pembiayaan yang lebih inklusif dan terstruktur.
Upaya ini dinilai krusial untuk membantu peternak meningkatkan skala usaha sekaligus efisiensi produksi, seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani di dalam negeri.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi skema Kredit Usaha Alsintan (KUA) yang digelar di Bogor, Selasa (5/5).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perbankan, penyedia alat dan mesin pertanian (alsintan), asosiasi, hingga pelaku usaha peternakan.
Sejak diluncurkan pada 2023, KUA menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan.

Skema ini menawarkan plafon pinjaman hingga Rp2 miliar dengan bunga ringan sekitar 3 persen, sekaligus melengkapi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah lebih dulu berjalan.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Makmun, menegaskan bahwa akses pembiayaan merupakan faktor penentu dalam mendorong keberhasilan program hilirisasi peternakan.
“Skema KUA diharapkan semakin efektif, mudah diakses, dan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan pembiayaan ini selaras dengan pengembangan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Program tersebut menuntut kesiapan infrastruktur produksi, seperti kandang modern dan peralatan pendukung yang memadai.
Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa penyaluran pembiayaan tetap berjalan secara sehat. Perbankan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian melalui penilaian kelayakan usaha, mencakup aspek karakter, kapasitas, hingga kesiapan pelaku usaha.
Tak hanya itu, pendampingan teknis dan monitoring juga terus dilakukan guna memastikan usaha yang dibiayai dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Dukungan dari sektor perbankan pun menguatkan langkah ini. Perwakilan Bank Nagari menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha peternakan agar program berjalan tepat sasaran.
“Sebagai bank penyalur, kami berkomitmen mendukung agar pembiayaan ini mudah diakses dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha,” ungkapnya.