Wednesday, 21 October 2026


Domba Garut Jadi Bintang di HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi

08 Jun 2026, 08:37 WIBEditor : Gesha

Festival Domba Garut Piala Pangdam III/Siliwangi berlangsung meriah dan menjadi salah satu daya tarik utama perayaan HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Garut -- Festival Domba Garut Piala Pangdam III/Siliwangi berlangsung meriah dan menjadi salah satu daya tarik utama perayaan HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi.

Domba Garut menjadi pusat perhatian dalam Festival Ternak Domba Garut Piala Pangdam III/Siliwangi yang digelar di Lapangan Tembak Gunung Bohong, Brigif 15/Kujang II, Cimahi, Minggu (7/6/2026). 

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kodam III/Siliwangi itu berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peternak dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi festival. Berbagai domba unggulan hasil budidaya peternak dipamerkan dalam ajang tersebut. Kehadiran Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian Domba Garut sebagai salah satu plasma nutfah asli Indonesia sekaligus warisan budaya masyarakat Sunda.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa Domba Garut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

"Domba Garut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan budaya dan identitas masyarakat Sunda yang perlu dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan secara berkelanjutan," ujar Kosasih.

Menurutnya, sektor peternakan memiliki kontribusi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi antara peternak, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar peternakan rakyat semakin maju dan memiliki daya saing tinggi.

Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi untuk memperkenalkan kualitas dan potensi ekonomi Domba Garut kepada masyarakat yang lebih luas.

Domba Garut merupakan salah satu sumber daya genetik ternak lokal yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian sebagai rumpun asli Indonesia. Domba ini dikenal sebagai hasil persilangan domba lokal dengan domba Merino dan Cape yang menghasilkan karakter khas berupa tubuh besar, tanduk melingkar indah, serta kemampuan adaptasi yang baik terhadap iklim tropis.

Jawa Barat menjadi sentra utama pengembangan Domba Garut. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, populasi Domba Garut mencapai sekitar 970 ribu ekor yang tersebar di sejumlah daerah seperti Garut, Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Majalengka, hingga Ciamis.

Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi domba Indonesia mencapai lebih dari 18 juta ekor, dengan Jawa Barat menjadi provinsi penyumbang terbesar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa komoditas domba masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian peternak rakyat.

Dibandingkan jenis domba lainnya, Domba Garut memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya banyak diminati peternak. Dari sisi fisik, pejantan dewasa mampu mencapai bobot 60 hingga 80 kilogram, sedangkan betina berkisar antara 40 sampai 55 kilogram.

Selain memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, Domba Garut juga dikenal tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan memiliki kemampuan reproduksi yang baik. Tingkat adaptasinya yang tinggi membuat ternak ini cocok dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.

Keunggulan lainnya adalah kualitas daging yang baik dengan kadar lemak relatif rendah. Hal ini menjadikan Domba Garut banyak diminati untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Namun, daya tarik Domba Garut tidak hanya terletak pada produktivitasnya sebagai penghasil daging. Postur tubuh yang gagah dan tanduk melingkar simetris membuat domba ini memiliki nilai estetika yang tinggi. Tak heran, Domba Garut menjadi ikon dalam seni ketangkasan domba yang telah lama menjadi tradisi masyarakat Sunda.

Seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani, prospek usaha Domba Garut dinilai semakin menjanjikan. Permintaan pasar datang dari berbagai sektor, mulai dari rumah makan, pedagang sate, usaha akikah, hingga kebutuhan hewan kurban yang terus meningkat setiap tahun.

Selain pasar konsumsi, terdapat segmen khusus berupa kontes dan seni ketangkasan domba yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Domba dengan kualitas unggul dan prestasi juara dapat memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan domba biasa.

Penelitian yang dilakukan akademisi Universitas Padjadjaran menunjukkan bahwa usaha ternak Domba Garut tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan budaya. Kepemilikan domba unggulan bahkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak.

Di lapangan, harga domba pedaging berkisar Rp3 juta hingga Rp6 juta per ekor, sementara domba pejantan unggul untuk kontes dan seni ketangkasan dapat mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, beberapa domba juara nasional pernah memiliki nilai transaksi hingga ratusan juta rupiah.

Potensi tersebut menjadikan Domba Garut sebagai salah satu komoditas peternakan yang menjanjikan untuk dikembangkan oleh peternak rakyat.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih berharap Festival Ternak Domba Garut Piala Pangdam III/Siliwangi dapat menjadi motivasi bagi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya.

Menurutnya, pengembangan Domba Garut bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Festival ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendorong kemajuan sektor peternakan rakyat. 

Dengan kekayaan genetik yang dimiliki serta tingginya permintaan pasar, Domba Garut diyakini akan terus menjadi salah satu komoditas unggulan Jawa Barat yang mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan peternak dan perekonomian daerah.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018