
Rumput Biograss Agrinak
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat fondasi kemandirian pakan ternak dengan mendorong pengembangan sumber benih tanaman pakan berkualitas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan peternak memiliki akses terhadap hijauan pakan yang cukup, bermutu, produktif, dan berkelanjutan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penilaian calon Kebun Sumber Benih (KSB) Rumput Gajah varietas Biograss Agrinak di Kebun Cimanggu, Balai Besar Pengujian dan Penerapan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen), Bogor, beberapa waktu lalu.
Penilaian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebun yang disiapkan sebagai sumber benih mampu memenuhi persyaratan produksi dan mutu. Jika nantinya ditetapkan sebagai KSB resmi, pengelolaan Biograss Agrinak di Kebun Cimanggu harus dilakukan secara konsisten agar kualitas benih tetap terjaga.
Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, mengatakan pengembangan sumber benih tidak cukup hanya mengejar kuantitas. Mutu, kemurnian varietas, produktivitas, hingga kesinambungan produksi harus menjadi perhatian utama.

“Ke depan, kita berharap mutu benih Biograss Agrinak tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga dapat diarahkan untuk memenuhi standar internasional sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor,” ujar Tri Melasari, Kamis (13/8/2026).
Potensi Kebun Cimanggu menjadi sumber benih cukup besar. Hasil penilaian menunjukkan kebun tersebut memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi dengan estimasi produksi mencapai 1.680.605 stek per hektare setiap panen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kebun sumber benih memiliki peran strategis dalam memperluas ketersediaan bahan tanam hijauan pakan. Dengan sistem perbenihan yang kuat, distribusi rumput unggul kepada peternak di berbagai wilayah dapat dilakukan secara lebih terarah.
Ketersediaan benih berkualitas juga menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem pakan yang berkelanjutan. Pasalnya, produktivitas ternak tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit ternak dan manajemen pemeliharaan, tetapi juga oleh kecukupan serta mutu pakan yang diberikan.
Prof. Luki Abdullah menegaskan bahwa pakan merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan peternakan.
“Keberhasilan pembangunan peternakan sangat bergantung pada ketersediaan pakan yang cukup, berkualitas, dan berkesinambungan. Karena itu, penguatan sistem perbenihan hijauan pakan menjadi bagian penting yang harus terus kita dorong,” ungkap Prof. Luki Abdullah.

Menurutnya, penguatan sistem perbenihan akan memberikan dampak lebih luas terhadap pengembangan peternakan. Semakin mudah peternak memperoleh bahan tanam hijauan yang unggul, semakin besar pula peluang peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan.
Biograss Agrinak menjadi salah satu varietas yang berpotensi dikembangkan lebih luas. Dengan dukungan sumber benih yang dikelola sesuai standar, varietas tersebut dapat diperbanyak dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan di berbagai sentra peternakan.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, peningkatan mutu benih juga membuka peluang baru bagi tanaman pakan Indonesia untuk memiliki daya saing di pasar internasional. Karena itu, pengelolaan KSB perlu diarahkan agar mampu menghasilkan benih dengan kualitas yang konsisten dan memenuhi persyaratan yang lebih tinggi.
Kementan pun mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam membangun sistem perbenihan hijauan pakan. Sinergi tersebut diperlukan agar pengembangan sumber benih tidak berhenti pada penetapan kebun, tetapi berlanjut pada produksi, pemeliharaan mutu, distribusi, hingga pemanfaatan oleh peternak.
Pengembangan sumber benih pada akhirnya bukan sekadar menyediakan bahan tanam. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pakan yang kuat dari hulu hingga hilir.
Dengan sumber benih yang berkualitas dan tersedia secara berkelanjutan, peternak diharapkan semakin mudah memperoleh hijauan pakan produktif. Kondisi ini akan mendukung peningkatan produktivitas ternak, membantu menekan biaya produksi, sekaligus memperkuat daya saing usaha peternakan nasional.
Jika pengembangan Biograss Agrinak di Kebun Cimanggu dapat memenuhi seluruh persyaratan dan ditetapkan sebagai Kebun Sumber Benih, langkah tersebut juga dapat menjadi pijakan awal untuk membawa tanaman pakan Indonesia tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar global.