Kamis, 15 November 2018


Jagung Impor untuk Kebutuhan Peternak Mandiri

04 Nov 2018, 22:57 WIBEditor : Yulianto

Lahan jagung yang siap panen | Sumber Foto:Yulianto

Pemerintah akan membuat kontrak dengan peternak unggas mandiri

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah telah memutuskan impor jagung maksimal sebanyak 100 ribu ton. Jagung yang akan diimpor Perum Bulog tersebut nantinya untuk memenuhi kebutuhan petenak unggas mandiri yang sempat mengeluhkan kelangkaan jagung untuk pakan ternak.

“Kenapa impor jagung diberikan ke Bulog? Ini karena jagung impor tersebut hanya untuk kebutuhan peternak mandiri,” kata Sekjen Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat jumpa pers di gedung Kementerian Pertanian, sabtu (3/11). 

Dalam jumpa pers tersebut juga hadir Dirjen Tanaman Pangan, Sumardjo Gatot Irianto; Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono; Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita dan staf ahli Menteri Pertanian, Mat Syukur.

Sementara itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita berharap  dengan adanya impor jagung bisa mengatasi keluhan peternak unggas mandiri yang sempat kekurangan jagung sebagai bahan baku pakan. “Kita nanti akan membuat kesepakatan dengan asosiasi peternak unggas untuk berkomitmen membeli jagung yang akan diimpor Bulog,” katanya.

Darmita menyesalkan, sebelumnya Bulog juga pernah mendapat tugas mengimpor jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak unggas. Tapi ternyata, jagung yang sudah diimpor tersebut tidak dibeli peternak. “Bahkan peternak menuntut banyak alasan, seperti harus dibungkus, sehingga jagung impor tersebut tidak terserap. Akibatnya Bulog merugi,” katanya.

Karena itu lanjut Diarmita, pemerintah akan membuat kontrak dan kesepakatan agar peternak menyerap habis jagung impor Bulog. “Jangan sampai pemerintah sudah putuskan impor, tapi tidak dibeli peternak,” tegasnya.

Hitungan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, kebutuhan jagung untuk peternak mandiri sebanyak 210 ribu ton/bulan atau sekitar 2,4 juta ton/tahun. Sedangkan untuk industri pakan ternak sebanyak 660 ribu ton/bulan atau sekitar 7,7 juta ton/tahun.

Reporter : Yul

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018