Rabu, 22 Mei 2019


Menteri Amran Bangga, RTM Tasik Bisa Produksi DOC Sendiri

11 Jan 2019, 18:01 WIBEditor : Gesha

Menteri Amran Sulaiman bangga RTM di Tasikmalaya bisa menghasilkan DOC Ayam Kampung | Sumber Foto:ENNO

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Tasikmalaya --- Di sela-sela kunjungan Program BEKERJA, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dibuat bangga karena sudah ada yang berhasil memproduksi DOC sendiri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bangga beberapa RTM (Rumah Tangga Miskin) yang dikoordinir oleh Bumdes di Tasikmalaya saat ini sudah bisa memproduksi anak ayam umur sehari (Day Old Chicken = DOC) ayam kampung. 

"Ini hebat, hebat dan luar biasa hasilnya, masyarakat sudah bisa produksi DOC sendiri, aku bangga. Alhamdulillah. Program kami tidak sia-sia," ucap Menteri Amran dengan penuh semangat.

Dirinya juga meminta agar usaha ini semakin dikembangkan khususnya bagi Rumah Tangga Miskin di Tasikmalaya.

Untuk diketahui, Program Bekerja merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin.

Pada tahun 2018 Program tersebut telah dilaksanakan di 10 provinsi, 22 kabupaten dan 807 desa yang melibatkan 200.000 Rumah Tangga Miskin (RTM). 

Saat ini sebagian besar RTM sebagai penerima manfaat dari program tersebut telah menuai hasil. Salah satunya Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kabupaten penerima bantuan program Bekerja.

Kabupaten Tasikmalaya menerima bantuan ayam kampung petelur unggul sebanyak 590.100 ekor yang didistribusikan ke 5 kecamatan (Sukahening, Cikatomas, Salopa, Jatiwaras dan Sodonghilir), 48 desa dan 11.802 RTM.

Dihadapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Siti Nurjannah salah satu RTM penerima manfaat dari program Bekerja Kementan pemerintah melalui Kementerian Pertanian karena telah diberi bantuan secara gratis berupa bibit ayam, kandang, pakan dan obat-obatan.

Dirinya bersyukur kini bantuan yang Ia terima telah menuai hasil. Ayamnya sudah bertelur dan bahkan sudah ada yang menetas.

"Dari hasil program bekerja, Alhamdulillah kami bisa makan telur untuk pemenuhan gizi keluarga kami dan kami juga terbantu untuk menyekolahkan anak, bisa beli kebutuhan sehari-hari dan lain-lain," ucap Siti. 

Lain halnya dengan Bapak Oyo Tarya yang juga merupakan salah satu penerima bantuan ayam dari program Bekerja.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kementan karena dengan bantuan yang dirinya terima dapat menyekolahkan anak-anak dan cucunya.

“Ayamnya saya sudah bertelur bahkan sudah ada yang mau menetas," ungkapnya. 

Jadi Supplier

Keterbatasan bibit ayam menjadi salah satu masalah dalam usaha pengembangan ayam kampung. Untuk itu, Menteri Amran berharap Rumah Tangga Miskin (RTM) yang saat ini sudah mulai memproduksi telur dapat diarahkan untuk menjadi suplier Usaha Penetasan Telur Ayam Kampung yang dikoordinir oleh BUMDES setempat.

“Saya berharap dengan program Bekerja ini cita-cita Desa Mandiri Bibit Ayam Kampung Unggul dapat terwujud," tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman juga menyerahkan bantuan berupa mesin tetas sejumlah 96 unit kepada 48 BUMDES yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

Dirinya berharap programnya ada keberlanjutan, sehingga RTM mampu mengembangkan usahanya di perdesaan.

Selain itu Ia juga memberikan bantuan ternak domba sebanyak 2 ekor kepada kelompok ternak untuk dibudidayakan.

"Saya berharap ada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat miskin di pedesaan yang berbasis pertanian , sehingga dapat menjadi solusi membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia, " tutup Menteri Amran.

Reporter : Enno
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018