Kamis, 23 Mei 2019


ASOHI Ajak Peternak Bijak Gunakan Antibiotik

10 Mei 2019, 11:27 WIBEditor : Gesha

Ketua ASOHI, Irawati Fari (nomor dua dari kanan) | Sumber Foto:IRA

Banyak hal yang menjadi penyebab kejadian resistensi antimikroba, salah satunya adalah penggunaan Antimikroba (dimana antibiotik termasuk didalamnya) yang berlebihan dimasyarakat.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) aktif mendukung upaya pemerintah untuk  melakukan pencegahan dan pengendalian resistensi antimikroba  dengan mengajak peternak bijak dalam menggunakan antibiotik serta menerapkan praktek biosekuriti secara berkelanjutan.

"Persoalan resistensi antimikroba (AMR) sudah menjadi persoalan global karena telah memakan banyak korban jiwa manusia di banyak negara termasuk negara di Asia," tukas Ketua Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Irawati Fari pada studium general tentang pengendalian AMR di Jakarta, Rabu (8/5).

Banyak hal yang menjadi penyebab kejadian resistensi antimikroba, salah satunya adalah penggunaan Antimikroba (dimana  antibiotik termasuk didalamnya) yang berlebihan dimasyarakat.

"Penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana di peternakan juga bisa menyebabkan  tingginya residu antibiotik di produk hasil ternak, karena itu kami merasa berkepentingan untuk terus mengedukasi peternak terkait penggunaan antibiotik ini," tegas Ira.

Sejauh ini perusahaan obat hewan anggota ASOHI sudah banyak yang melakukan pertemuan dengan peternak untuk mengajak mereka menerapkan praktek-praktek biosekuriti serta menjaga lingkungan farm selalu higienis.

"Dengan menjaga sanitasi lingkungan peternakan, diharapkan ternak tetap sehat.  Sehingga tak perlu lagi dilakukan pemberian antibiotik," jelasnya.

Tingginya minat anggota ASOHI untuk menyelenggarakan seminar dengan mengundang peternak juga diantaranya sekaligus untuk  memperkenalkan produk baru perusahaan sebagai alternatif pengganti AGP yang sudah dilarang penggunaannya  oleh pemerintah.

"Apa yang dilakukan anggota kami itu pada prinsipnya selaras dengan AMR Action Program yang telah kami rancang dimana melalui program ini kami ingin ada peningkatan penerapan praktek biosekuriti di peternakan," tutupnya.

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018