Minggu, 18 Agustus 2019


Jelang Idul Adha, Pemerintah Minta Warga Tetap Waspada Penyakit Hewan Menular

31 Jul 2019, 16:36 WIBEditor : Yulianto

Peenjualan hewan kurban yang menjelang Idul Adha marak | Sumber Foto:Julian

Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Fadjar Sumping Tjatur Rasa mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit zoonosis menjelang Hari Raya Kurban, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomo

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Hari Raya Idul Adha atau juga dikenal dengan Hari Raya Kurban menjadi momen bagi kaum muslimin melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban. Hewan Kurban yang umumnya disembelih adalah kambing, domba, kerbau dan sapi.

Menjelang Idul Adha, biasanya banyak penjual hewan kurban yang bertebaran, termasuk di jalan raya. Lalu lintas hewan dari berbagai daerah pun meningkat. Namun kondisi tersebut berpeluang untuk menyebaran penyakit hewan.

Bagi masyarakat, ada penyakit yang perlu diwaspadai pada hewan ruminansia adalah penyakit zoonosis, anthrak. Saat ini wilayah yang endemis (kasus) anthrak antara lain Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Fadjar Sumping Tjatur Rasa mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit zoonosis menjelang Hari Raya Kurban, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor.08097/PK.320/F/07/2019 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular dalam Rangka Menjelang Hari Raya Idul Kurban dan Memasuki Musim Kemarau.

Dalam himbauan tersebut, Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota harus melakukan beberapa upaya. Pertama, peningkatan surveilans oleh UPT Veteriner terhadap munculnya anthrax terutama di wilayah endemis. Kedua, meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak dan melakukan pemeriksaan laboratorium.

Ketiga, melakukan pengawasan terhadap kegiatan vaksinasi maupun pengobatan. Keempat, melakukan kegiatan sosialisasi/komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit antraks.

Kelima, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dinas yang membidangi fungsi peternakan/kesehatan hewan/kesehatan masyarakat veteriner dengan dinas kesehatan setempat untuk meminimalkan resiko terjadinya penyakit zoonosis khususnya antraks. Keenam, segera melaporkan melalui iSIKHNAS kalau terjadi kasus penyakit zoonosis khususnya antraks .

Fadjar mengungkapkan, sesuai aturan OIE dalam penanganan outbreak penyakit hewan bahwa jika tidak terjadi kasus dalam waktu 20 hari setelah outbreak penyakit, dan tidak ditemukan kasus kembali pada ternak (kematian ternak), maka wilayah tersebut dapat dinyatakan terkendali (status terkendali).

Berdasarkan hal tersebut, lalulintas dan perdagangan ternak ruminansia yang berasal dari daerah endemis (kasus) atau terduga dapat dilakukan sepanjang ternak tersebut tidak berasal dari wilayah outbreak. Selain itu juga dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan hasil uji laboratorium.

Fadjar menghimbau, masyarakat diminta melaporkan ternak yang menunjukan gejala sakit atau ternak yang mati mendadak kepada petugas dinas peternakan dan kesehatan hewan. “Kami juga melarang masyarakat memotong hewan yang sakit atau yang menunjukan gejala klinis penyakit zoonosis khususnya anthrak,” katanya.                            

Memilih hewan kurban

Untuk membantu masyarakat dalam memilih hewan kurban, Fadjar mengatakan, ada beberapa tips memilih hewan kurban yang sehat. Pertama, memilih hewan di tempat penampungan hewan kurban yang telah ditetapkan dan diawasi pemerintah. Kedua,  memastikan hewan memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dinas/petugas kesehatan hewan.

Ketiga,  memiliki ciri-ciri hewan sehat antara lain, aktif bergerak (lincah), nafsu makan baik, rambut/bulu tidak kusam, cermin hidung basah, mata bersinar, mulut, hidung dan anus bersih dilihat dari sisi kanan, kiri depan dan belakang.  Dengan memastikan aspek-aspek tersebut, hewan kurban yang dipilih aman dari kemungkinan sakit dan menularkannya kepada kita,” kata Fadjar.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018