
Adanya Klinik Ekspor, pendampingan dan informasi pasar untuk eksportir di Banten kian terbuka
TABLOIDSINARTANI.COM, Cilegon --- Komoditi pertanian dewasa ini semakin menggairahkan untuk masuk pasar ekspor. Namun minimnya informasi dan pengalaman, kerap kali menjadi kendala. Padahal kini sudah ada Klinik Ekspor lho, khususnya bagi calon eksportir di Provinsi Banten.
"Klinik ekspor ini inovasi dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon yang di-launching sejak Agustus 2019 silam dan ditujukan untuk memandu calon eksportir yang belum memiliki pengalaman ekspor agar bisa menembus pasar ekspor. Hingga membantu mencarikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh para eksportir yang sudah rutin mengirimkan," beber Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Badan Karantina Pertanian, drh. Raden Nurcahyo kepada tabloidsinartani.com, Rabu (9/10).
"Kegiatannya, kita memberikan konseling secara real dengan menyediakan ruangan corner di ruang pelayanan maupun kanal dalam website yang interaktif. Kita memberikan ruang dalam platform fisik maupun website," tutur drh. Raden Nurcahyo.
Tak hanya itu, dalam Klinik Ekspor dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon juga diberikan pelayanan mengenai persyaratan Penetapan/Persetujuan IKT/TL/Inline Inspection bahkan Packing House, Pelayanan Pemeriksaan Fisik Media Pembawa, Pelayanan Perlakuan Media Pembawa (Fumigasi Standar Barantan #ISPM 15), Pelayanan Uji Laboratorium OPTK, hingga Pelayanan Sertifikasi Phytosanitary Certificate.
Akselerasi Ekspor
Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon juga melakukan pemetaan potensi komoditas ekspor yang ada di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang, Provinsi Banten. "Sehingga mampu mengakselerasi ekspor dengan meningkatkan jumlah, varian, kualitas hingga negara tujuan dari industri yang ada di Provinsi Banten," tuturnya.
Upaya pemetaan potensi tersebut sudah membuahkan hasil, salah satunya dengan rencana ekspor lidi dari Pandeglang sebanyak 500 ton ke Pakistan yang akan dilakukan November mendatang. "Tim klinik ekspor sudah mampu menangkap potensi untuk ekspor lidi dari Banten yang akan perdana diekspor. Sebelumnya, ekspor lidi sudah pernah ada dari Jambi," bebernya.
Tak hanya itu, Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon juga melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk memprioritaskan daerah mana yang akan dilakukan bimbingan teknis (Bimtek) setelah adanya pemetaan potensi ekspor.
Bahkan dalam waktu dekat, Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon akan meluncurkan Ekspor Map Banten yang mirip dengan e-commerce khusus komoditi ekspor dari Provinsi Banten. "Sehingga, nantinya buyer tinggal buka lalu memilih komoditi yang diinginkan, bisa dipesan disitu. Buyer hanya tinggal klik lokasi dan ada informasi mengenai petani dan lokasinya," tutur drh. Raden Nurcahyo.
Dalam Ekspor Map tersebut, drh Raden Nurcahyo menyebut, proses sertifikasi karantina akan terintegrasi dengan inline inspection. "Kita targetkan inovasi tersebut, tidak sampai November ini sudah siap," tuturnya.