Wednesday, 22 January 2020


Berkat Klinik Ekspor, Buah Naga Asal Serang Tembus Pasar Malaysia

13 Jan 2020, 16:16 WIBEditor : Clara

Buah naga asal Serang yang siap dikirim ke Malaysia | Sumber Foto:tiara

Buah naga tersebut dipanen dari perkebunan di Serang (Banten) dan merupakan pertama kali diekspor

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilegon---Petugas Karantina Pertanian Cilegon melakukan pemeriksaan buah naga siap ekspor tujuan Malaysia sebanyak 7.344 kg atau senilai Rp 124 juta.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas Karantina memastikan bahwa buah bebas dari semut dan serangga hidup. Petugas Karantina Pertanian Cilegon, Rahmat mengatakan selanjutnya buah naga dimasukkan kedalam kontainer berpendingin dengan suhu tidak kurang dari 4 derajat celcius untuk menjaga kualitas buah agar tetap segar sampai negara tujuan.

Buah naga tersebut dipanen dari perkebunan di Serang (Banten) dan merupakan pertama kali diekspor. “Harapnya ekspor buah naga akan berlanjut dan semakin meningkat volumenya,” ungkap Verman, petani buah naga.

Tembusnya pertama buah naga asal Serang (Banten) ke Malaysia, tentu dibimbing Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, yakni melalui Klinik Ekspor. Klinik Ekspor merupakan inovasi dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon yang diluncurkan sejak Agustus 2019.

"Klinik ekspor ini ditujukan untuk memandu calon eksportir yang belum memiliki pengalaman ekspor agar bisa menembus pasar ekspor. Hingga membantu mencarikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh para eksportir yang sudah rutin mengirimkan,” papar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Badan Karantina Pertanian, Raden Nurcahyo.

Nurcahyo menjelaskan, pihaknya memberikan prioritas, pendampingan dan kemudahan layanan ekspor, sebagai bentuk komitmen karantina secara nyata dalam mewujudkan Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Eskspor) yang telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Kegiatannya, kita memberikan konseling secara real dengan menyediakan ruangan corner di ruang pelayanan maupun kanal dalam website yang interaktif. Kita memberikan ruang dalam platform fisik maupun website,” tuturnya.

Dalam Klinik Ekspor dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon juga diberikan pelayanan mengenai persyaratan Penetapan/Persetujuan IKT/TL/Inline Inspection bahkan Packing House, Pelayanan Pemeriksaan Fisik Media Pembawa, Pelayanan Perlakuan Media Pembawa (Fumigasi Standar Barantan #ISPM 15), Pelayanan Uji Laboratorium OPTK, hingga Pelayanan Sertifikasi Phytosanitary Certificate.

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018