Saturday, 26 September 2020


Pendidikan Vokasi Jawaban di Tengah Pandemi Covid-19 dan Persaingan Usaha

01 May 2020, 09:56 WIBEditor : Yulianto

Polbangtan Bogor salah satu lembag vokasi di bawah Kementerian Pertanian | Sumber Foto:Dok. Polbangtan Bogor

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta— Pendidikan vokasi menjadi sebuah jawaban ketika negara sedang dilanda wabah Covid-19 dan persaingan dunia usaha yang serba digital. Demikian diungkapkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat Indonesia Agriculture Forum 2020 melalui video teleconference, Kamis (30/4).

Seminar ini digelar dengan tujuan menjadikan pendidikan vokasi sebagai pendidikan berkualitas pada bidang qualified agri creator dan qualified job job seeker. "Pendidikan vokasi harus menjadi jawaban di tengah pandemi covid-19. Terutama bagi anak muda yang diharapkan selalu terbiasa dengan digital. Apalagi pendidikan adalah sebuah proses dan tantangan baru yang harus kita hadapi," ujar Syahrul.

Dalam kesempatan ini, Syahrul mengharapkan generasi muda mampu terbiasa dengan sistem digital online dalam melakukan aktivitas kreator di bidang pangan pertanian. Karena itu pusat pendidikan pertanian baik di polbangtan maupun di perguruan tinggi lainya mampu menghadirkan SDM petani milenial yang gigih dan memiliki rasa keingintahuan pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Generasi seperti itu, kata Syahrul, selalu dibutuhkan untuk menjaga persaingan global yang semakin sulit. Karakter seorang petani adalah petarung di lapangan. Karena itu negara membutuhkan anak bangsa yang kritis dalam melakukan segala hal. Sifat kritis ini bisa mengukur tingakt kecedasan seseorang," tegasnya.

Syahrul mengatakan, untuk melahirkan generasi semacam itu, ke depan pendidikan vokasi perlu melakukan kompetisi yang dimotori pemikiran dan mental tangguh. Dengan begitu, nantinya akan lahir petani milenial kreatif dan mampu berpikir inovatif dalam memajukan sektor pertanian ke depan.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengaku bangga dengan alumni Polbangtan yang kini bisa berbicara banyak di dunia pertanian. Sejak awal, metode pembalajaran di Polbangtan memang selalu mengikuti alur majunya perkembangan jaman dengan basis utamnaya, teknologi.

Pola seperti itu, lanjut Dedi, akan memudahkan anak muda dalam melakukan kegiatan bertani dengan digital. "Yang terpenting mereka mampu menciptakan sikap profesional, mandiri, dan berjiwa entrepeneur. Sejauh ini, beberapa alumni Polbangtan sudah ada yang tergabung dalam stratp up pertanian. Dan ini sangat luar biasa," katanya.

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018