Wednesday, 23 September 2020


Kaya Antioksidan, Yuk Konsumsi Buah Naga saat Puasa dan Pandemi Covid-19

02 May 2020, 19:16 WIBEditor : Yulianto

Darma dengan buah naga yang dihasilkan petani | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas---Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini umat Islam menjalankan ibadan puasa di tengah rasa khawatir terpapar virus corona (Covid-19).

Karena itu saat puasa kali ini umat Muslim perlu cermat memilih dan mempertimbangkan nilai gizi, terutama pemilihan bahan makanan yang berkhasiat untuk memperkuat imunitas tubuh. Memperbanyak asupan sayuran dan buah segar sangat dianjurkan, agar kondisi tetap terjaga.

Selain air, tubuh juga memerlukan banyak vitamin penting, mineral dan serat yang sangat dibutuhkan. Salah satu buah segar yang cocok dikonsumsi adalah buah naga. Di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat buah naga merupakan buah pangan lokal.

Buah ini memiliki kandungan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh, baik selama menjalankan ibadah puasa maupun untuk menjaga imunitas didalam menghadapi Covid-19. Tentunya produksi buah ini juga dapat menggerakkan roda perekonomian di desa.

Bahkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam acara Mentan Sapa Penyuluh dan Petani mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 kita harus mengonsumsi pangan lokal. Sebab, mengonsumsi pangan lokal lebih segar, khas dan rasanya tidak kalah dengan pangan impor.

Ada begitu banyak pilihan pangan lokal, dan setiap daerah memiliki stok pangan lokal yang cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Sebut saja ubi jalar, singkong, jahe, pisang, buah jeruk, buah naga dan lain-lain tuturnya,” ujar Dedi.

Terkait dengan hal itu, petani yang tergabung di dalam beberapa kelompok tani pembudidaya tanaman buah naga yang ada di Desa Sentebang Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas merespon hal tersebut sebagai hal positif. Mereka yang secara berkelompok memang memiliki tanaman buah naga, baik di pekarangan rumahnya maupun di lahan kebun pribadi.

Petani gencar melakukan gerakan mendukung dan mengkonsumsi bahan pangan lokal. Gerakan bersama penyuluh dan petani ini terus digencarkan dan disosialisasikan kepada anggota kelompok, sehingga diharapkan kecukupan gizi petani dan keluarganya terpenuhi.

Darma Irawan, penyuluh di Kecamatan Jawai mengatakan, saat ini buah naga sedang masa panen, sehingga ketersedian buah naga segar selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar di beberapa kota di Kalimantan Barat. Gerakan mengkonsumsi pangan lokal, selain bisa meningkatkan imunitas tubuh juga dapat meningkatkan perekonomian petani.

“Saya yakin dengan mengkonsumsi pangan lokal, perekonomian petani akan jalan. Banyak konsumen akan beralih mengkonsumsi pangan lokal yang mudah didapat, segar, memiliki mutu yang baik dan tentunya aman untuk dikonsumsi. Apalagi permintaan dari pasar masih tinggi seperti Malaysia yang sangat mudah menjangkau,” ungkap Darma.

Hal ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa petani harus didorong agar mampu menghasilkan produk pangan yang bermutu. Petani harus senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan. Salah satunya dengan cara menerapkan budidaya tanaman sesuai kaidah GAP, sehingga upaya meningkatkan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian (Gratieks) bisa terwujud.

 

 

Reporter : Darma/Yeni/BBPP KETINDAN
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018