
Pertanian di Era New Normal
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di tahun 2020, memang dunia terjadi pandemi yang membuat seluruh tatanan kehidupan berubah. Indonesia pun demikian, sehingga rancangan program/kegiatan yang telah disusun sebelumnya harus mengalami beberapa perubahan. Ditambah di awal bulan Juni, Presiden Joko Widodo mengumumkan seluruh kegiatan akan dilakukan dengan New Normal karena pandemi yang belum berakhir.
Ketika pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, tentu berdampak pada segala aspek. Dalam aspek pertanian (pangan), terganggungnya ketahanan pangan nasional. Kelapa Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi menjelaskan dampak Covid-19 pada sektor pertanian (pangan) adalah terganggunga produksi pangan akibat pembatasan kegiatan, terjadinya penurunan daya beli masyarakat, terganggunya jalur distribusi pangan, petani rentan tekena Covid-19, potensi terjadinya krisis pangan, dan adanya ancaman ketersediaan pangan yang hanya dipenuhi dari impor.
“Ini yang kita hadapi saat ini dan semuanya harus kita tangani. Kalau berhasil kita tangani, akan terjadi peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP),” jelasnya dalam webinar Dialog Agribisnis Series 1 ‘Tantangan dan Peluang Agribisnis di Era New Normal’, Kamis (11/6).
Program yang akan dijalankan di era New Normal dalam peningkatan ketersediaan pangan CB1, CB2, CB3, dan CB4. CB 1 dengan peningkatan kapasitas produksi pangan, CB2: diversifikasi pangan local, CB3: penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, dan CB4: pengembangan pertanian modern.
Agung menjelaskan langkah-langkah untuk CB1 adalah percepatan tanam padi MT II 2020 seluas 5,6 juta hektar, pengembangan lahan rawa di Kalimantan Tengah seluas 164.598 hektar, perluasan areal tanam baru, dan peningkatan produksi. “Untuk yang CB2, yakni diversifikasi pangan lokal akan mengembangkan pangan non beras yang ada di setiap daerah. Misalnya seperti singkong. Jagung, sagu, pisang, kentang, sorgum dan masih banyak lainnya. Selain itu kita juga akan melakukan program Pekarangan Pangan Lestari untuk 3.876 kelompok,” jelasnya.
Untuk CB4 akan ada penguatan cadangan pangan mulai dari tingkat provinsi hingga daerah. Selain itu, akan ada pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) sebanyak 5.328 di 33 provinsi. “Kita juga akan ada penguatan sistem logistik pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.”
CB4, pengembangan pertanian modern. Di dalamnya adalah pengembangan Smart Farming, pengembangan dan pemanfaatan Screen House, pengembangan food estate, dan pengembangan korporasi petani.