Wednesday, 21 October 2026


Ekspor Sulsel Tumbuh 7,66 Persen  

18 Aug 2021, 19:17 WIBEditor : Yulianto

Pertumbuhan ekspor Sulsel 7,66 persen

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar – Tingginya ekspor menjadi salah satu yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. BPS Sulsel pada 5 Agustus 2021 mencatat ekonomi Sulsel pada Triwulan II tahun 2021 tumbuh dengan angka 7,66 persen (y-on-y).

Total nilai ekspor Sulsel selama semester satu atau periode Januari hingga Juni tahun 2021 sebesar 614 juta dollar AS. Dibandingkan tahun 2020 pada semester satu, maka nilai ekspor semester satu tahun 2021 naik 13,28 persen. Untuk Januari-Juni 2020, total ekspor senilai 542,03 juta dollar AS.

Sementara itu, nilai ekspor Juni 2021 mencapai 101,85 juta dollar AS, turun 4,81 persen dari Mei 2021 yang sebesar 106,99 juta dollar AS (M-to-M). Namun dibandingkan Juni 2020 senilai 93,15 juta dollar AS atau naik 9,34 persen (Y-on-Y).

Nilai impor Sulsel pada semester satu tahun 2021 sebesar 330,58 juta dollar AS, turun sebesar 20,51 persen dari semester satu tahun 2020. Semester satu tahun 2020, total impor sebanyak 415,90 juta dollar AS.

Nilai impor Sulsel pada Juni 2021 sebesar 58,56 juta dollar AS, mengalami penurunan sebesar 1,34 persen dibandingkan dengan impor Mei 2021 sebesar 59,36 juta dollar AS (M-to-M). Penurunan juga terjadi jika dibandingkan Juni 2020 sebesar 60,36 juta dollar AS atau mengalami penurunan 2,98 persen dari nilai Juni 2021 (Y-on-Y).

Kepala BPS Sulsel, Suntono, mengatakan, selama Triwulan II Tahun 2021 atau periode April hingga Juni, terjadi peningkatan aktivitas bongkar muat barang dalam negeri di Pelabuhan Makassar. Sebagian besar ekspor di Juni 2021 ditujukan ke negara Jepang, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Australia.

Sementara, lima kelompok komoditas utama yang diekspor Provinsi Sulsel pada Juni 2021 adalah Nikel (61,86 persen), Biji-Bijian Berminyak (10,07 persen), Garam, Belerang, dan Kapur (8,04 persen), Besi dan Baja (7,31 persen), serta Lak, Getah dan Damar (3,11 persen).

Neraca perdagangan Sulsel pada Juni 2021, nilai kondisi ekspor 101,85 juta dollar AS, sedangkan impor sebesar 58,56 juta dollar AS, sehingga mengalami surplus sebesar 43,29 juta dollar AS.

Menurut Suntono, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II Tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y) menjadi pencapaian yang baik bagi Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat, sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel sempat mengalami kontraksi.

Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas pencapian ekspor yang kian meningkat. Khususnya pada komoditi hasil pertanian. Hal ini sangat dimungkinkan, mengingat Sulsel kaya akan hasil pertanian.

Menurutnya, ekspor pertanian memberikan dampak positif bagi para petani. Salah satunya dalam meningkatkan kesejahteraan. “Alhamdulillah, pertanian ini peningkatannya luar biasa, dari tahun ke tahun. Jika melihat catatan-catatan kami, ekspor pertanian ini sudah hampir menghampiri ekspor di bidang pertambangan dari 2020 ke 2021,” ungkapnya.

Terbaru, pada 14 Agustus 2021, Sulsel kembali melakukan ekspor dalam kegiatan Ekspor Merdeka yang dilepas oleh Presiden Jokowi. Sulsel melepas ekspor komoditi unggulan pertanian senilai Rp 98 miliar ke enam negara.

“Kami optimistis, komoditas pertanian ini sebentar lagi akan menyalip pertambangan dan bisa menjadi komoditi ekspor terbesar di Sulsel. Kita akan menggeliatkan ekspor pertanian, seperti rempah-rempah dan lainnya,” kata Sudirman Sulaiman.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018