Saturday, 24 October 2020


Hari Pangan Sedunia, Sektor Perikanan Jadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi

16 Oct 2020, 12:24 WIB

Komoditas perikanan | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Peringatan Hari Pangan satu momentum yang baik, untuk menghadapi sulitnya kondisi saat ini, karena imbas covid 19.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Peringatan Hari Pangan kali ini berlangsung di tengah pandemi covid 19. Bahkan, semua negara saat ini mengalami masa sulit karena dilanda krisis kesehatan, ekonomi dan sosial. Kendati begitu, sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi solusi mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, sesuai prediksi Food and Agriculture Organization (FAO), 132 juta orang akan menderita kelaparan sampai akhir tahun 2020. Hal tersebut sebagai dampak, resesi ekonomi dunia akibat pandemic covid-19.  Bahkan, sebelum pandemi, sudah ada lebih dari dua miliar orang tidak memiliki akses tetap untuk makanan yang aman dan bergizi. Di mana hampir 700 juta orang tidur dalam keadaan lapar.

Di tengah ancaman kelapan tersebut, Menteri Edhy optimistis sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi solusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hal itu dikarenakan, permintaan hasil perikanan Indonesia tetap tinggi di pasar internasional.

“ Saat ini terjadi peningkatan ekspor sebesar 6,9 persen pada semester I 2020 atau setara 2,4 miliar dolar AS,” ujar Edhy, di Jakarta, Jumat (16/10).

Dikatakan,  Peringatan Hari Pangan satu momentum yang baik, untuk menghadapi sulitnya kondisi saat ini, karena imbas covid 19. “ Tapi,  saya sangat optimis sektor kelautan dan Perikanan menjadi solusi. Baik itu lapangan pekerjaan maupun devisa negara,” kata Edhy.

Keyakinan Edhy juga dibarengi dengan fakta bahwa sumber daya ikan Indonesia sangat melimpah. Baik di sektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Di perikanan tangkap potensinya mencapai 12,5 juta ton per tahun dan lahan budidaya lebih dari 4,5 juta haktare. (ha). Sayangnya,  potensi yang dihasilkan belum optimal.

Edhy mengatakan, untuk meningkatkan produksi sektor perikanan,  KKP rutin membangun komunikasi dengan banyak pihak. Tidak sebatas dengan stakeholder, tapi juga pemerintah daerah serta kementerian maupun lembaga hingga organisasi dunia, salah satunya FAO.

Beberapa keberhasilan dari komunikasi yang dibangun itu di antaranya,  harga pakan ikan yang tidak naik di masa pandemi. Kemudahan perizinan kapal di atas 30 GT yang kini hanya butuh waktu satu jam, serta masuknya ikan dalam item bantuan sosial.

“Jadi saya pikir, langkah saya membangun komunikasi secara menyeluruh. Terintegrasi. Kalau ini sudah terbuka, komunikasi yang baik, apapun enak,” kata Edhy.

Menurut Edhy, untuk menjamin rantai produksi sektor kelautan dan perikanan berjalan di masa pandemi, KKP akan menyalurkan sejumlah bantuan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Di antaranya bantuan gudang pendingin portable, alat tangkap ikan, keramba jaring apung, sarana dan prasana untuk petambak garam. Diharapkan, bantuan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“ Kebijakan KKP tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi tapi juga keberlanjutan. Menyeleraskan dua sisi tersebut merupakan perintah konstitusi bukan sebatas jargon, sehingga menjadi kewajiban semua pihak untuk mematuhi,” pungkasnya. 

 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018