Jumat, 16 Januari 2026


Aplikasi Brismasakti, Ketahui Resiko sebelum Kena Resikonya  

26 Okt 2021, 12:14 WIBEditor : Yulianto

Gedung Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Setiap program yang dibuat mengandung resiko, baik kecil maupun besar. Untuk mengetahui resiko dan mencegahnya, Itjen Kementerian Pertanian akan menerapkan aplikasi Brismasakti atau The Agriculture Risk Management System (ARMS).

“ARMS desian agar kita semua peduli resiko terhadap kegiatan dan layanan pertanian,” kata  Heni Nugraha, SE, MM Auditor Madya Inspektorat Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian saat peluncuran Sabertani dan Brismatani di Jakarta, Selasa (26/10).

Aplikasi ARMS/Brismasakti ini akan melengkapi regulasi yang ada di Kementerian Pertanian, khusunya dalam pengawasan resiko program. Jadi selain membangun aplikasi ini, nantinya bagaimana Kementan menerapkan risk manajemen apalagi payung hukum itu penting. “Dengan regulasi dan aplikasi yang ada, tinggal bagamana kita mengembangkan budaya manajemen resiko,” ujarnya

Heni mengakui, instansi sektor publik memiliki risiko dalam melaksanakan program/kegiatannya dan pelayanan kepada masyarakat. Kemungkinan besar risiko yang ada telah dikelola, namun belum terstruktur secara lengkap.

Selain itu masih suburnya budaya "saling menyalahkan", kurangnya akuntabilitas terhadap risiko, dan sumber daya yang ada untuk mengelola risiko tidak proporsional dibandingkan risiko yang harus dihadapi. “Karena itu untuk menangani kondisi tersebut diperlukan penerapan manajemen risiko secara baik dan benar serta berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, penerapan manajemen risiko bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tujuan organisasi. Selain itu, menyediakan data dan informasi bagi pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. “Kita juga ingin membangun budaya peduli risiko pada pelaksanaan program/kegiatan utama dan layanan pertanian baik upaya pre-emptif maupun preventif,” tuturnya.

Sebagai upaya merealisasikan peningkatan kinerja program dan layanan pertanian tersebut diperlukan sebuah terobosan yang konstruktif melalui pembangunan aplikasi dan regulasi. ARMS katanya, sebagai media menumbuhkembangkan budaya peduli risiko pada program atau kegiatan utama dan layanan pertanian secara Adaptif, Sinergi, Akuntabel, Kolaboratif, Transparan dan Integratif.

“Jadi strategi kita membangun budaya resiko adalah dengan ARMS, terutama budaya resiko pada program  atau kegiatan utama dan layanan pertanian. Sebab dengan ARMS bisa diketahui resiko pada program kegiuatan utama dan layaan pertanian,” tuturnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018