Monday, 06 December 2021


Pangan Lokal Goes To Mall Ajang Promosi Produk UMKM

22 Nov 2021, 09:01 WIBEditor : Yulianto

Plt Kepala BKP, Sarwo Edhy (dua dari kanan) saat acara Pangan Lokal Goes to Mall | Sumber Foto:Humas BKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sosialisasi pangan lokal terus digencarkan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian.  Salah satunya dengan gelaran Pangan Lokal Goes to Mall. Denga kegiatan ini diharapkan memperluas bisnis penggiat UMKM pangan lokal.

Salah satu Pangan Lokal Goes To Mall berlangsung di Trans Studio Mall Cibubur yang diselenggarakan dari 18-21 November 2021. Kegiatn itu diikuti 20 UMKM pangan lokal dari wilayah Jabodetabek, Lampung, Jawa Barat, Banten, DIY dan Jawa Tengah. Sebelumnya ekspose pangan lokal juga berlangsung di Kuningan City yang diikuti 30 UMKM. Pada akhir tahun 2020 juga telah dilaksanakan ekspose UMKM pangan lokal di Summarecon Mall Bekasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pelaku usaha/UMKM pangan lokal dalam memperluas jaringan pemasaran. Pada akhirnya akan memperluas bisnis UMKM pangan lokal, sehingga daya ungkit produk pangan lokal berdaya saing dan go modern,” kata Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan, Sarwo Edhy saat membuka Pangan Lokal Goes to Mall di Cibubur, akhir pekan lalu.

Dikatakan, ekspose atau pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pangan Lokal ini merupakan implementasi program diversifikasi pangan lokal. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya meningkatkan ekonomi dan memperluas bisnis para pegiat UMKM pangan lokal agar terus berkembang ke depannya.

“Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan jaringan kerja sama dan pemasaran produk UMKM Pangan Lokal serta meningkatkan daya saing produk UMKM, Kementerian Pertanian menyelenggarakan kegiatan Pameran UMKM Pangan Lokal setiap tahun,” katanya.

Upaya ini kata Sarwo, terus dilakukan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian untuk memperkuat UMKM di bidang pangan dalam peningkatan aspek pemasaran di masa pandemi. Sebagaimana dikatehui situasi pandemi sejak tahun 2020 berdampak besar bagi semua sektor, termasuk bagi para pelaku UMKM (data Bank Indonesia: 87,5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19).

“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh UMKM pangan lokal atas kerjasama dan partisipasinya dalam kegiatan pameran pangan lokal ini, serta kepada seluruh pihak yang telah mendukung dengan baik, sehingga penyelenggaraan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan,” tuturnya.

Sarwo berharap, UMKM pangan lokal tidak berhenti pada kegiatan pameran/ekspose ini, namun UMKM selalu berinovasi dan meningkatkan kreativitas untuk terus mendorong pengembangan produk pangan lokal yang berdaya saing. Hal ini juga sebagai upaya mendukung gerakan diversifikasi pangan dan mewujudkan pemantapan ketahanan pangan berkelanjutan.

Diakui, upaya ini tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak khususnya dukungan Pemerintah Daerah dan Dinas Pangan Provinsi di seluruh Indonesia untuk turut serta mendorong kegiatan promosi pangan lokal di wilayahnya masing-masing. Pameran pangan lokal ini juga sebagai salah satu upaya peningkatan aksesibilitas dan penyediaan olahan pangan lokal yang beraneka ragam serta promosi dan edukasi dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Hendrati Sri Kristyaningsih, Pemilik dari UMKM Pangan Lokal Mekarsari asal Boyolali mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang promosi bagi UMKM Pangan lokal. Dirinya berharap apa yang sudah diirnya dan UMKM pangan lokal lainnya kerjakan bisa dikenal masyarakat luas.

“Mereka kenal apa itu pangan lokal, karena yang kita tahu kan anak jaman sekarang gak kenal yang namanya makan lokal kini sajiannya menarik unik dan rasanya beragam sesuai perkembangan jaman,” terangnya.

Sementara UMKM Owner Mirama Jalejo, Endang Sugino UMKM yang menjual makanan asli DKI Jakarta berharap, dengan pameran pangan lokal masyarakat akan mengetahui produk pangan lokal. Misalnya, makanan khas DKI Jakarta yang terbuat dari tepung pangan lokal seperti kembang goyang dan akar kelapa. “Semua bahan nya murni dari tepung jagung tepung kedelai dan tepung kacang hijau racikan saya sendiri,” terangnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018