Monday, 23 May 2022


Pesan Rektor IPB untuk Pengurus HA IPB Periode 2021-2025

23 Jan 2022, 13:28 WIBEditor : Yulianto

Rektor IPB, Arif Satria | Sumber Foto:dok. IPB

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Kepengurusan Himpunan Alumni IPB (HA-IPB), Minggu (23/1) dilantik. Walneg S. Jas, resmi menjadi Ketua Umum didampingi Sukma Kamajaya sebagai Sekjen HA IPB.

Banyak harapan kepada pengurus HA IPB yang baru. Salah satunya dari Rektor IPB, Prof. Arif Satria. Dalam sambutannya, Arif melihat jejaring IPB merupakan sebuah kekuatan besar. Namun demikian, untuk bisa survive di tengah perubahan yang kian besar, kita tidak bisa dengan cara lama.

“Alumni IPB itu harus upto date dan adaptif terhadap perubahan. Karena itu tidak bisa lagi menggunakan pola pikir masa lalu untuk menghadapi perubahan ke depan,” kata Arif saat pelantikan Pengurus HA IPB Periode 2021-2022 di Bogor.

Arif juga mengingatkan, jangan sering menyalahkan kedaaan kalau kita tidak bisa beradaptasi. Seharusnya alumni IPB menjadi pembelajar yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastikan saat ini. "Yang bisa kita lakukan untuk bertahan adalah berlatih. Karena itu kita harus upto date agar  kemampuan beradaptasi kita kuat, tidak hanya individu, tapi juga kelompok dan organisasi,” pesanya.

Alumni IPB menurutnya merupakan kekuatan luar besar, tentunya dengan tetap bertumpu pada jejaring yang dimiliki. Untuk itu, yang harus dipikirkan ke depan adalah leadership. Mengapa penting? Leadership kata Arif, bukan soal posisi, tapi ada beberapa ciri seorang leadership. Salah satunya adalah kemampuan negosiasi, skill berstrategi dan visioner. “Jadi seorang yang mempunyai leadership memiliki kemampuan memikirkan masa depan,” katanya.

Arif mengibaratkan seorang leadership mempunyai kemampuan bermajinasi, bukan hanya hayalan. Namun bagaimana bisa memikirkan masa depan hal-hal yang futuristik dan sesuatu yang baru. “Kalau kita hanya menjadi follower, maka seterusnya akan jadi follower,” tegasnya.

Seorang leadership menurutnya, akan selalu berinovasi dan berusaha melakukan perubahan. Karena itu ia berharap, alumni IPB menjadi presenter perubahah. Salah satu upaya membangun dan menghasilkan seorang leadership, sejak tahun 2019 IPB menjaring Ketua OSIS SMA untuk masuk tanpa tes.

“Hasilnya luar biasa. Ini menjadi langkah praktis menghasilkan seorang leadership. Berbeda dengan orang yang tak punya leadership perlu waktu empat tahun belum tentu mampu menjadi leadershp,” tuturnya.

Arif menilai, Ketua OSIS umumnya sudah terlatih dalam memimpin orang, terbiasa bernegosiasi, mengambil keputusan untuk memecahkan konflik, terbiasa ikhlas dalam melayani orang lain. Kemampuan itulah yang dibutuhkan dunia kerja ke depan. “Regenerasi kepemimpinan harus dipersiapkan,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018