Sabtu, 01 Oktober 2022


52 Tahun Sinar Tani, Sinergi Membangun Pertanian

29 Agu 2022, 09:17 WIBEditor : Yulianto

52 tahun Sinar Tani, sinergi membangun negeri | Sumber Foto:Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di tengah gelombang era digital yang membuat banyak media cetak jatuh bangun mempertahankan diri, Tabloid Sinar Tani tetap hadir menemani pembaca setia, petani, penyuluh dan seluruh pelaku usaha bidang pertanian. Tanpa terasa 29 Agustus mendatang menjadi tahun ke-52, tabloid tercinta ini menjadi bagian dalam pembangunan pertanian.

Lahir bersamaan dengan adanya penyuluh pertanian tahun 1970, Tabloid Sinar Tani telah menempuh perjalanan panjang. Menembus waktu dari era Orde Baru, masa Presiden Soeharto berlanjut ke era Reformasi hingga Pemerintahan Joko Widodo. Berganti Menteri Pertanian dan kebijakan pembangunan pertanian, Tabloid Sinar Tani tetap menjadi media pemberi informasi teknologi pertanian kepada petani dan penyuluh pertanian.

Perjalanan Panjang

 

Jika menengok perjalanan sejarah Tabloid Sinar Tani, maka tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mengangkat penyuluh pertanian lapangan (PPL). Dengan demikian, penyuluh pertanian dan Sinar Tani merupakan  dua serangkai utuh, karena lahir hampir bersamaan waktunya. Bahkan dalam tugasnya, PPL selalu dibekali dengan bahan informasi dari Sinar Tani.

 

 

Menteri Pertanian, Toyib Hadiwijaya saat itu menyadari pada awal REPELITA I, kondisi aparat pertanian, baik kualitas dan kuantitas masih sangat kurang, baik pengetahuan dan teknologi pertanian masih terbatas. Begitu juga kelembagaan petani-nelayan belum terbentuk dan penyuluhan belum berkembang.

Dalam rangka Improvement and Strengthening of Agricultureal Extension Activities pada tahun 1970, Menteri Pertanian mengangkat secara besar-besaran PPL yang berperan sebagai  ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Bersamaan dengan itu diterbitkan surat kabar Sinar Jaya  (Sinar Tani,red) sebagai bahan informasi bagi PPL.

Sebagai dua serangkai, Tabloid Sinar Tani dan PPL saling mendukung dan saling mengisi, karena keduanya saling membutuhkan. Tabloid ini menjadi poros atau sumbu penghubung antara aparat (kebijakan),  peneliti (teknologi/inovasi), PPL dan petani. Bahkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi sempat melontarkan ungkapan bahwa membaca Sinartani bukan hanya sarapan penyuluh, tapi juga bagian menu 4 sehat 5 sempurna.

Meski tidak mudah menjangkau ke pembaca di seluruh pelosok Tanah Air, Sinar Tani berupaya menemani penyuluh dan petani. Banyak tantangan yang dihadapi. Di era Industri 4.0 yakni era teknologi informasi media digital, Tabloid Sinar Tani pun ikut bertransformasi membangun media digital.

Bukan hanya informasi yang disodorkan melalui www.tabloidsinartani.com, kini Sinar Tani terbit dalam bentuk E-Paper yang disebarkan melalui media sosial Whatsapp hampir 30 ribu penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Tabloid Sinar Tani juga hadir di media sosial, FB, twitter dan Instagram. Selain itu, hadir dalam bentuk audio-visual melalui Sinta TV.

Penghargaan untuk Sinar Tani, apa saja y? Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018