Senin, 17 Juni 2024


ASN Minta Fee, Amran Ancam Keluarkan SK Pencopotan

12 Nov 2023, 21:10 WIBEditor : Yulianto

Mentan, Andi Amran Sulaiman | Sumber Foto:dok. humas kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Dengan waktu yang tersisa tak cukup lama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta semua pihak bekerja untuk mengakselerasi produksi pangan, termasuk jagung. Untuk itu ia menganggap saat ini yang terpenting adalah kejujuran dan kekompakan, sehingga tidak ada praktek yang mengarah tindak pidana.

Bukan hanya itu, Amran menegaskan, pelaksanaan akselerasi juga tidak dikotori dengan kecurangan. Bahkan ia juga menegaskan akan mencopot ASN Kementan yang melakukan kecurangan.

"Jangan coba-coba keluarkan fee karena kami adalah pelayan. Kalau ada lobi dan fee akan aku tutup perusahaanya. Jangan ada yang main-main dengan nasib rakyat. Kalau di Kementan ada yang memeras bapak kasih tahu saya. Saya akan keluarkan SK untuk pencopotan. Beri tau saya kalau ada yang curang," ucapnya dalam rapat pembahasan ketersediaan benih jagung di Jakarta, Rabu, (8/11).

Sementara itu, Kasub Satgas Ketersedian Satgas Pangan Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Hermawan mengaku siap melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya praktek kecurangan dalam membangun akselerasi ketahanan pangan. Meski demikian, penegakan hukum adalah jalan terakhir setelah adanya peringatan.

"Kemudian terkait atensi pak menteri mengenai CPCL (calon petani calon lahan) akan kita evaluasi kembali dan kita akan melakukan penyelidikan,” katanya. Namun demikian menurutnya, langkah penegakan hukum adalah jalan paling terakhir yang akan diambil setelah adanya peringatan. Jadi kalau kita sudah Ingatkan tetapi masih mengulangi perbuatannya yang sama kita melakukan tindakan-tindakan penegakan hukum," tambah Hermawan.

Akselerasi Jagung

Pada kesempatan itu, Amran juga mengajak produsen jagung Indonesia untuk menyiapkan stok benih dan mempercepat pendistribusian ke petani untuk masa tanam sisa waktu November-Desember 2023. "Tolong bantu akselerasi yang kami lakukan. Tolong bantu negara memperkuat ketahanan pangan. Saat ini pemerintah sedang membangun 1 juta ha lahan rawa dan kami membutuhkan benih unggul yang dapat meningkatkan produksi," ujarnya.

Amran juga meminta agar pelaku usaha membantu agar tepat waktu pendistribusian benih jagung ke petani. “Saya hanya butuh ini saja ke bapak ibu," ujarnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, target penanaman jagung dalam kegiatan akselerasi ini minimal 0,5 juta ha dan mendapat dukungan penuh dari para produsen benih jagung hibrida. Ia berharap kolaborasi ini menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar untuk memperkuat ketahanan pangan bangsa, bahkan bisa ekspor.

"Total targetnya ada minimal 0,5 juta hektare yang akan kita tanam di bulan November-Desember 2023 ini. Alhamdulliah Hampir semua produsen siap mendukung upaya pemerintah. Perusahan yang hadir juga ada banyak dengan membawa benih jagung hibrida untuk membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan bangsa," ungkap Suwandi.

Heldiyana, salah satu produsen benih dari PT Restu Agropro Jayamas menyatakan, kesiapannya membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Bahkan pihaknya siap memproduksi benih dengan kapasitas 5.000 ton untuk membantu akselerasi peanaman jagung.

"Kami sebagai perusahan nasional sangat setuju dengan program pak menteri (akselerasi jagung). Yang jelas kami siap untuk berproduksi benih jagung dan sementara ini kami sanggup menyiapkan 5.000 ton," katanya

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018