Wednesday, 15 April 2026


Ribuan Siswa di Semarang Antusias Menyambut Program MBG Perdana

20 May 2025, 09:49 WIB

Siswa di Semarang Sambut program MBG

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Setelah melalui tahap persiapan panjang, Yayasan KAMPI Jawa Tengah bersama mitra dapurnya, Dapur Mandiri "Warung Ndesa Qirana", resmi meluncurkan penyaluran perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin pagi (19/5).

Sebanyak 3.740 porsi makanan sehat dibagikan kepada siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Penyaluran ini mencakup 1 PAUD, 5 TK, 8 SD/MI, 3 SMP/MTs, dan 1 SMK yang tersebar di wilayah Susukan, Kalirejo, dan Sidomulyo.

Yudit Krismayanti, pelaksana program dari Yayasan KAMPI, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan dalam dua gelombang. Untuk siswa PAUD, TK, dan SD kelas 1–3, sebanyak 1.312 porsi kecil dikirim pukul 07.00 pagi. Sementara siswa kelas 4–6 SD, SMP/MTs, dan SMK menerima 2.428 porsi besar pada pukul 10.30.

Menu hari itu menggugah selera: nasi putih, ayam popcorn teriyaki, tahu goreng saus tomat, ca buncis wortel, dan buah jeruk keprok atau semangka.

“Semua menu sudah sesuai dengan standar gizi B2SA—beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Tak hanya sehat, tapi juga lezat dan menarik bagi anak-anak,” ujar Deo Aditya Nugraha, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan KAMPI di dapur Susukan.

Makanan dikemas dalam nampan stainless steel lima sekat sesuai standar nasional, guna memastikan kehigienisan dan menghindari kontaminasi.

Kepala SD Susukan 01, Sumadi, menyambut baik program ini. “Anak-anak sangat senang dan merasa terbantu. Semoga program ini terus berjalan dan menambah semangat belajar mereka,” katanya saat ditemui di sekolah.

Pemandangan di sekolah memang menggambarkan antusiasme luar biasa. Siswa-siswi terlihat menikmati sajian MBG, bahkan beberapa anak kelas atas sempat merasa kurang kenyang. “Kalau kurang, nanti nambahnya di rumah,” ujar seorang guru sambil tersenyum.

Meski sebagian besar nampan makanan terlihat kosong tanda makanan habis, masih ada beberapa siswa yang menyisakan sayur. “Kami nggak suka sayur,” ujar beberapa anak polos.

Namun, tim dapur dan ahli gizi telah menyusun menu dengan cermat untuk memastikan asupan gizi tetap seimbang. “Kami percaya, makanan sehat adalah fondasi utama membentuk generasi yang kuat dan berdaya saing,” tegas Yudit.

Ketua Yayasan KAMPI Jawa Tengah, KH. Rohmat Djalali Hasan, atau yang akrab disapa Abah, tampak haru menyaksikan keberhasilan penyaluran perdana ini.

“Setiap porsi makanan ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap masa depan bangsa. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ucapnya penuh semangat.

Ia bahkan mengutip pernyataan Presiden Prabowo:

“Kebijakan ini bukan sekadar memberi makan, tetapi menciptakan dampak jangka panjang—mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun pondasi kuat bagi generasi penerus bangsa.”

Di usia 83 tahun, Abah masih aktif mengawal langsung proses MBG di lapangan. Baginya, ini bukan sekadar program, tapi gerakan sosial besar yang bisa mengubah masa depan Indonesia.

Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018