Sunday, 18 October 2026


PADI 2025 di Soropadan Torehkan Rp6,37 Miliar, Bukti Pertanian Jateng Makin Bergairah

26 Jul 2025, 17:00 WIBEditor : Herman

Penutupan PADI 2025 di Soropadan Jawa Tengah

TABLOIDSINARTANI.COM , Temanggung — Pekan Agro Inovasi dan Digitalisasi (PADI) 2025, pameran pertanian tingkat Provinsi Jawa Tengah, resmi ditutup Selasa, (22/6).

Selama lima hari pelaksanaan di Agro Center Soropadan, Kabupaten Temanggung, gelaran ini mencatat capaian yang membanggakan: lebih dari 133 ribu pengunjung dan transaksi ekonomi senilai Rp6,37 miliar.

Angka ini jauh melampaui target awal panitia yang mematok 100 ribu pengunjung dan potensi transaksi sebesar Rp5 miliar.

Pameran yang berlangsung di Jl. Raya Magelang–Semarang Km 13 itu kembali membuktikan diri sebagai pusat inovasi dan kolaborasi pelaku pertanian Jawa Tengah dan sekitarnya.

Ketua Panitia PADI 2025, Shofyan Adi Cahyono, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dan pelaku usaha yang terlibat.

“Antusiasme luar biasa dari pengunjung dan pelaku pertanian tahun ini membuktikan bahwa pertanian masih menjadi sektor yang sangat potensial. PADI 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang kolaborasi, edukasi, dan regenerasi,” ujarnya.

PADI 2025 menghadirkan 186 stan dari instansi pemerintah, pelaku UMKM, komunitas pertanian, hingga peserta dari luar negeri.

In0ovasi pertanian dari hulu ke hilir ditampilkan, mulai dari alat dan mesin pertanian modern, pupuk hayati, teknologi digital, hingga sistem pertanian berkelanjutan.

Pameran ini juga diperkaya dengan kegiatan seperti lomba inovasi pertanian, pelatihan digital, festival kopi, kontes buah lokal, business matching, parade budaya, hingga acara Agro Bersholawat yang menarik minat masyarakat luas.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang membuka pameran pada Jumat, 18 Juli 2025, menyampaikan harapannya agar PADI 2025 mampu menjadi pemantik semangat baru dalam dunia pertanian.

“Kita tidak bisa terus bertani dengan cara lama. Dunia sudah berubah, dan petani juga harus berubah. Lewat ajang ini, kita ingin menumbuhkan pertanian yang modern, efisien, dan menarik bagi anak-anak muda,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun sektor pertanian.

“Kami ingin agar petani milenial menjadi pelaku utama dalam pembangunan pertanian ke depan. Mereka harus melek teknologi, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan berbagai terobosan dari Kementerian Pertanian dan mitra-mitranya.

Di stan utama Joglo Soropadan, ditampilkan ayam KUB 2 hasil pembibitan unggul dari Janaka Agrinak, demo alat tanam padi, sistem persemaian kering, hingga aplikasi pertanian digital seperti SisCROP dan Poligon.

Model pertanian perkotaan juga dipamerkan lewat P2L (Pekarangan Pangan Lestari), yang menggabungkan hidroponik, vertikultur, dan budidaya padi-belut.

Sementara itu, sektor swasta dan komunitas petani juga menunjukkan inovasi luar biasa. PT Lumbung Muncul Sejahtera memperkenalkan teknologi drone surveilans dan aplikasi TANDHUR AGRI yang memungkinkan pencatatan kegiatan pertanian secara digital.

Pengunjung juga dapat melihat langsung benih kelapa unggulan dari Magelang dan alpukat lokal dari Semarang.

“Teknologi ini kami hadirkan agar petani tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas. Kami percaya bahwa digitalisasi akan menjadi kunci ketahanan pangan nasional,” ujar perwakilan PT Lumbung Muncul Sejahtera, Rony Hartanto.

Dari sisi pelibatan masyarakat, antusiasme pengunjung terlihat dari padatnya area parkir dengan kendaraan berbagai jenis, termasuk bus dari sekolah-sekolah dan kelompok tani dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Tradisi pameran pertanian di Soropadan yang telah berjalan sejak tahun 2004 tampaknya semakin kokoh dan menjadi agenda yang dinantikan setiap tahun.

Yang istimewa tahun ini, seluruh rangkaian acara PADI 2025 dikelola sepenuhnya oleh kelompok petani milenial Jawa Tengah. Inilah pertama kalinya panitia tidak didominasi oleh pemerintah, melainkan digerakkan langsung oleh komunitas petani muda.

“Ini bukan hanya pameran, ini adalah pernyataan bahwa kami, petani milenial, siap mengambil alih tongkat estafet pertanian Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa bertani bisa keren, bisa canggih, dan bisa menguntungkan,” kata Afifah Rahma, salah satu panitia dari kelompok petani muda Temanggung.

Sebagai penutup, ajang ini juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik. DP4 Blora berhasil menyabet Juara 1 dalam Stand Creativity Competition untuk kategori OPD dan Perguruan Tinggi.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi adalah kunci dalam menyampaikan pesan pertanian yang menarik dan inspiratif.

Reporter : Djoko W
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018