Tuesday, 20 October 2026


Ribuan Pecinta Tanaman Padati FLOII Expo 2025 , Tanaman Hybrid Rp300 Juta Jadi Sorotan

28 Oct 2025, 15:48 WIBEditor : Herman

FLOII Expo 2025 dipadati pengunjung

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang — Setelah resmi dibuka kemarin, Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2025 memasuki hari kedua penyelenggaraan dengan antusiasme tinggi.

Ribuan pengunjung yang terdiri dari pecinta tanaman hias, pelaku usaha florikultura, hingga penggiat industri hortikultura memadati Hall 5 ICE BSD City, Tangerang, untuk menikmati keindahan sekaligus menimba inspirasi dari dunia tanaman hias.

Pameran berskala internasional ini menghadirkan lebih dari 150 peserta dari 20 negara.

Tidak hanya menjadi ajang pameran, FLOII Expo 2025 juga menjadi pusat jejaring bisnis yang mempertemukan petani, eksportir, dan pelaku industri florikultura dari dalam maupun luar negeri.

Tahun ini, penyelenggara menargetkan 13.000 pengunjung hadir selama pameran berlangsung hingga 26 Oktober 2025.

“FLOII Expo 2025 adalah wadah untuk menampilkan berbagai jenis tanaman hias yang unik dan eksotis. Kami juga ingin mengakomodasi kebutuhan para pecinta tanaman yang mencari koleksi langka dan sulit ditemukan di pasaran,” ujar Della Azkia Surur, Project Manager FLOII Expo 2025.

Salah satu yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah tanaman hybrid anthurium bonfire, koleksi eksklusif yang ditaksir mencapai harga fantastis Rp300 juta.

Della menyebut, nilai tinggi tanaman tersebut bukan semata karena kelangkaannya, tetapi juga karena ketekunan dan seni dalam proses budidayanya.

Tak hanya pameran, hari kedua FLOII Expo 2025 juga diramaikan dengan berbagai program edukatif dan kompetisi kreatif.

Pengunjung bisa mengikuti talk show dan workshop interaktif, mulai dari tips merawat bunga anggrek hingga teknik menanam tanpa tanah (pafcal) yang kini populer di kalangan pegiat urban gardening.

Salah satu sesi yang paling diminati adalah talk show bersama Kunzo Nishihata, Japanese Plant Master yang berbagi filosofi desain alami serta pengalamannya dalam menciptakan lanskap harmonis di berbagai proyek internasional.

Keseruan berlanjut dengan kompetisi tanaman anggrek hasil kolaborasi dengan DPD Pecinta Anggrek Indonesia Jawa Barat, diikuti lebih dari 50 tanaman dari berbagai kelas.

FLOII juga untuk pertama kalinya menggelar kompetisi terrarium, serta akan melanjutkan kompetisi aquascape dan paludarium pada hari ketiga, dengan peserta dari Jabodetabek, Sumatera, dan Jawa.

Tak kalah menarik, Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas menggelar workshop bertajuk “Kelas Ecoprint”.

Dalam sesi ini, peserta belajar membuat motif alami dari daun dan bahan organik, hasil karyanya bahkan bisa langsung dibawa pulang.

Menurut Della, respon positif terus mengalir sejak hari pertama.

“Kami melihat interaksi yang luar biasa antara komunitas, kolektor, dan pelaku bisnis. FLOII bukan hanya ajang berbagi hobi, tapi juga tempat lahirnya peluang bisnis baru di sektor florikultura,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FLOII Expo 2025 diharapkan menjadi magnet bagi para pencinta tanaman, pembudidaya, dan pengusaha, sekaligus mendorong pertumbuhan industri tanaman hias di Indonesia.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018