
Wamentan Sudaryono lantik pengurus Perhimpi di Jakarta, Kamis (21/8)
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pengurus Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi) Periode 2024-2029 resmi dikukuhkan dengan Ketua Umum, Prof. Fadjry Jufry. Saat melantik pengurus Perhimpi, Kamis (21/8), Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono berpesan agar Perhimpi membuat sebuah aplikasi yang memberikan kemudahan kepada petani dalam mengantisipasi iklim dan cuaca yang makin sulit diprediksi.
Mas Dar, sapaan akrab Wamentan, melihat selama ini sebagai organisasi profesi sudah banyak bekerja, tapi kurang terekspos. Bahkan ia mengibaratkan dalam pasukan peran, Perhimpi sebagai bantuan tempur. “Yang bertempur itu petani dam penyuluh pertanian untuk memastikan produktivitas naik, tanam dan panen, serta penggunaan pupuk. Sedangkan Perhimpi adalah pasukan bantuan tempur,” katanya.
Sudaryono mengakui, dalam pertanian banyak hal yang tidak bisa terkontrol, terutama kondisi iklim dan cuaca. Sedangkan teknologi menjadi sesuatu yang bisa terkontrol. Untuk itu, ia berpesan agar Perhimpi membantu petani untuk memperbesar faktor yang bisa terkontrol dalam upaya peningkatan produksi, salah satunya teknologi.
Menurutnya, pertanian itu sangat tergantung iklim dan cuaca. Sebab, perubahan iklim akan berpengaruh terhadap ketersediaan air, hama dan penyakit. Sedangkan petani dalam berusaha tani akan menyesuaikan dengan kondisi iklim. “Dalam pertanian rasio yang tidak terkontrol lebih banyak, karena tergantung alam,” ujarnya.
Karena itu, Sudaryono berharap, Lembaga Penelitian Pertanian dalam hal ini BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) untuk membantu faktor yang bisa mengontrol kondisi alam. “Cuaca tidak bisa dikontrol, tapi bisa diprediksi. Dengan memprediksi iklim dan cuaca, kita bisa mengontrol kegiatan pertanian,” katanya.
Sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono pun mendorong penelitian dan inovasi teknologi terkait faktor yang mempengaruhi usaha tani. “Dengan inovasi tersebut supaya kita bisa memperbesar faktor yang bisa terkontrol. Misalnya dengan teknologi AI dan algoritma,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpi yang juga Kepala BRMP, Fadjry Jufry mengatakan, untuk membantu petani dalam memprediksi iklim dan cuaca, pemerintah sudah menyiapkan aplikasi Kalender Tanam. Setelah beberapa kali mengalami perbaikan, kini aplikasi tersebut akan memasukan faktor kondisi air.
Pengembangan aplikasi Kalender Tanam tersebut merupakan hasil kolaborasi pemangku kepentingan, dari Kementerian Pertanian, BMKG dan organisasi profesi. “Dengan kalender tanam tersebut, petani bisa mengetahui kapan mereka mulai tanam, kapan harus panen dan sebagainya,” katanya.
Ditariknya penyuluh pertanian daerah ke pusat, Fadjry mempunyai harapan besar. Sebab, penyuluh dapat memberikan advokasi mengenai kondisi iklim dan cuaca ke petani.
”Dengan Penyuluh Pertanian menjadi pegawai Kementerian Pertanian, rentang kendali sekarang lebih dekat, karena pasukan tempur penyuluh pertanian sekarang di bawah komando Kementerian Pertanian,” katanya.