Wednesday, 21 October 2026


Pahlawan Masa Kini Versi Mentan Amran? Para Pejuang Pertanian!

10 Nov 2025, 15:25 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran menyebut para petani sebagai pahlawan masa kini. Dengan kerja keras dan inovasi, mereka jadi garda terdepan menjaga ketahanan pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Mentan Amran menyebut para petani sebagai pahlawan masa kini. Dengan kerja keras dan inovasi, mereka jadi garda terdepan menjaga ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pahlawan masa kini bukan hanya mereka yang berjuang di medan perang, tetapi juga para petani, penyuluh, dan inovator pertanian yang menjadi garda terdepan menjaga ketahanan pangan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Amran dalam upacara Hari Pahlawan 2025 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (10/11/2025).

“Perjuangan belum selesai. Kini perjuangan itu kita lanjutkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Dan para pejuang itu adalah Anda semua, pahlawan pangan Indonesia,” kata Amran dalam amanatnya. Menurutnya, arti kepahlawanan harus dimaknai lebih luas. Mereka yang bekerja keras untuk mewujudkan kedaulatan pangan bangsa layak disebut pahlawan masa kini.

Amran menekankan pentingnya inovasi dan mekanisasi pertanian untuk mendukung target swasembada pangan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Kita perlu memberi makna baru terhadap istilah pahlawan. Siapa saja, termasuk para alumni ITS yang hadir hari ini, memiliki kesempatan menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing,” ujar Amran.

Tak hanya itu, Menteri Pertanian juga menyoroti kondisi pangan global yang tengah menghadapi krisis. Berdasarkan data World Food Programme (WFP) 2024, lebih dari 295 juta orang di 53 negara mengalami situasi pangan akut. Kondisi ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, ketika sekitar 2,33 miliar orang menghadapi food insecurity moderat hingga parah.

“Untuk menghadapi potensi ancaman pangan tersebut, Presiden meminta saya bekerja total agar bangsa ini benar-benar berdaulat pangan. Saya langsung tancap gas menjalankan misi suci negara dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan,” tegas Amran.

Hasil kerja keras para pejuang pertanian mulai terlihat nyata. Produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, naik 13,54 persen dibanding periode sebelumnya. Cadangan beras pemerintah (CBP) hingga akhir Oktober 2025 tercatat 3,9 juta ton. Amran menekankan capaian ini bukan karena satu individu, tetapi kerja sama lintas instansi dan dedikasi seluruh jajaran Kementan.

Amran juga menyoroti keberanian dan pengorbanan pegawai yang bertugas di lapangan. Ia menyebut beberapa pegawai mengalami kecelakaan atau sakit saat bertugas demi menjaga swasembada pangan. “Mereka jatuh karena berjuang untuk swasembada. Mereka adalah pahlawan pangan kita. Biaya perawatan mereka akan kami tanggung, bukan sebagai Menteri, tapi sebagai sesama pejuang Merah Putih,” ujarnya.

Selain capaian produksi, Kementan juga mendapatkan sejumlah penghargaan atas integritas dan kinerja, mulai dari peningkatan status laporan keuangan dari WDP menjadi WTP oleh BPK, hingga pengakuan reformasi birokrasi dari Kemenpan RB. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pun kini mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah.

Amran menegaskan, semangat kepahlawanan harus diwujudkan melalui kerja nyata, melayani, dan memberi manfaat bagi bangsa. “Pahlawanku, teladanku. Kita lanjutkan perjuangan dengan kerja keras, keikhlasan, dan cinta tanah air. Kedaulatan pangan adalah bentuk pengabdian tertinggi bagi Indonesia,” pungkas Mentan.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018