Monday, 09 February 2026


Omzet Meningkat, Pasar Tumbuh Jakarta Timur Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

02 Dec 2025, 13:38 WIBEditor : Herman

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) kembali menghadirkan Pasar Tumbuh Jakarta Timur

TABLOIDSINARTANI.COM, jakarta Timur --- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) kembali menghadirkan Pasar Tumbuh Jakarta Timur, sebuah ruang kolaboratif yang kini memasuki penyelenggaraan keempat.

Kegiatan yang melibatkan UKPD, pelaku usaha, media, hingga berbagai komunitas ini akan digelar pada Jumat, 28 November, di Halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.

Ajang ini lahir dari semangat gotong royong komunitas urban yang terus berkembang di Jakarta Timur.

Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyampaikan apresiasinya saat meninjau persiapan kegiatan.

“Pasar Tumbuh ini tentunya sangat kita dukung. Kami berharap semua Sudin dapat menerapkan konsep seperti ini,” ujarnya.

Tahun ini, Pasar Tumbuh 2025 menghadirkan beragam peserta yang merupakan penggiat urban farming di Jakarta Timur.

Mereka adalah para pemanfaatkan lahan perkotaan yang berhasil mengubah sudut-sudut lingkungan menjadi ruang produktif mulai dari budidaya pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengolahan hasil panen.

Peserta tersebut di antaranya: Oemah Rempah Rolas, Urban Farming RSUD Cipayung, Kebun Teras Jiwa, Rutan Kelas 1 Pondok Bambu, Pokja 3 Kelurahan Pondok Bambu, Urban Farming Kebon Manggis, Pusyankeswannak, UPT P2BPT, Lapas Kelas 1 Cipinang.

Urban Farming Terminal Pulo Gebang, Urban Farming Tol Becak Kayu, Komunitas Anggur Jakarta, KWT Melati, d'juice, Madu Pramuka, Agriyaponik, Kelompok Tani Cempaka, Oemah Betawie, Filosofi Lebah Nusantara, dan banyak komunitas lainnya.

Sejak diluncurkan perdana pada Agustus lalu, Pasar Tumbuh menunjukkan perkembangan yang signifikan. Data Sudin KPKP Jakarta Timur mencatat adanya peningkatan omzet pada setiap pelaksanaannya.

Pada Agustus, omzet mencapai Rp 22.567.735, naik sedikit pada September menjadi Rp 22.724.500. Pertumbuhan mulai terasa pada Oktober dengan capaian Rp 31.246.000, hingga melonjak tajam pada November menjadi Rp 57.443.000.

Kenaikan ini menjadi bukti besarnya minat masyarakat sekaligus potensi urban farming dalam menggerakkan ekonomi komunitas di perkotaan.

 

Reporter : Indri
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018